

Pelaku penganiayaan bernisial HL saat diamankan anggota Polres Jayawijaya, Senin, (3/7). (FOTO:Dok Polres Jayawijaya For Cepos)
WAMENA–Lantaran kesal karena setelah pensiun, rumah yang ditinggali selama ini sudah dimasuki orang lain, seorang pria paruh baya berinisial HL (59) nekat menganiaya Karyawan Telkom atas nama Jeri Tabuni (50) dengan menggunakan kampak hingga mengalami luka yang cukup serius dan harus dilarikan ke RSUD Wamena.
Dari data yang dihimpun Cenderawasih Pos, kejadian itu terjadi Senin, (3/7) sekitar pukul 10.35 WIT di kompleks Telkom, Jalan Thamrin Wamena yang berawal saat HL datang dengan membawa kampak, kemudian marah karena rumah yang sebelumnya ditinggali, kini telah ditempati oleh Jeri Tabuni, clining service Telkom yang baru.
Sedangkan pelaku HL statusnya sudah pensiun dan sudah 1 minggu terakhir tidak berada di rumah tersebut, sehingga Jeri Tabuni tinggal di rumah tersebut dengan membuka pintu rumah secara paksa. Hal tersebut yang memicu kemarahan dari pelaku, dan selanjutnya melakukan penyerangan terhadap korban dengan menggunakan kampak yang mengakibatkan korban mengalami luka pada bagian lengan sebelah kiri, dada sebelah kiri dan punggung belakang sebelah kiri.
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim AKP Ibnu Rudihartono, STK, SIK membernarkan adanya tindak pidana penganiayaan yang dilatar belakangi masalah perumahan yang sebelumnya ditempati oleh pelaku yang saat ini sudah ditinggali oleh orang lain.
“ Pelaku HL sudah kita amankan bersama barang bukti sebuah kampak dan saat ini ditahan di Polres Jayawijaya guna menjalani proses hukum,”ungkapnya, Selasa (4/7) kemarin.
Sementara korban Jeri Tabuni, yang mengalami luka pada lengan kiri, dada sebelah kiri dan luka pada bagian punggung belakang, saat ini masih dalam perawatan medis di RSUD Wamena.“Kita masih mengumpulkan keterangan dari saksi –saksi yang ada di TKP serta menunggu korban untuk dimintai keterangannya,”tutupnya. (jo/tho)
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri menyebut efisiensi anggaran bagi pemerintah daerah masih berlanjut pada 2027. Para…
Merespon terkait dengan itu, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, menyatakan bahwa tindakan suspend…
Penegasan tersebut disampaikan menyusul adanya pernyataan dari kelompok yang mengatasnamakan TPNPB yang mengancam akan menggagalkan…
Fakhiri mengatakan, kejadian serupa sebenarnya pernah terjadi di sejumlah daerah. Namun, khusus untuk Papua,…
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan posisi utang pemerintah sebesar Rp10.000 triliun hingga pertengahan 2026 masih terkendali…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan penggunaan dana otsus saat ini…