

WAMENA-Ratusan warga, tepatnya 272 orang terjaring dalam razia pada hari terakhir pembatasan waktu aktifitas masyarakat hingga pukul 14.00 WIT, Kamis (4/6) kemarin. Mereka yang terjaring razia di jalan Potikelek Wamena diharuskan mengikuti Rapid test yang dilakukan Tim Gugus tugas Covid-19 Jayawijaya di Kantor Basarnas Jayawijaya. Dari rapid test tersebut, ditemukan ada 38 orang yang reaktif.
Ketua Tim Gugus tugas Covid -19 Jayawijaya Jhon Richard Banua mengungkapkan bahwa rapid test ini dilakukan untuk screening awal. “Kita berupaya melakukan screening awal agar yang kedapatan reaktif bisa ditindak lanjuti dengan pemeriksaan swab. Artinya jangan sampai ada penyebaran virus kepada orang lain, sehingga ini harus dicegah dengan pendeteksian dini lewat rapid tes,”ungkap Jhon Banua kepada Cenderawasih pos semalam.
Pihaknya memilih jalan Potikelek ini karena sejak awal melakukan razia di beberapa tempat, dan beberapa jalan yang ditutup, maka jalan potikelek ini menjadi alternatif untuk mereka lewati ke berbagai tempat karena jalan ini tak ditutup, sehingga pihaknya segaja melakukan razia di jalan tersebut, sehingga apabila ada pelanggar langsung dilakukan rapid tes.
“Hasilnya ada 272 orang yang diambil sampel darahnya dalam pemeriksaan rapid test, kita juga sengaja mencari akses yang kosong penjagaan aparat dan sering dilewati oleh masyarakat bisa dilakukan pemeriksaan darahnya,” bebernya.
Kata Jhon Banua, banyaknya masyarakat yang terjaring razia dan dilakukan rapid test di jalan Potikelek, membuat petugas medis kehabisan jarum suntik, sehingga mereka harus bolak balik ke gudang farmasi mengambil jarum suntik yang digunakan untuk mengambil sampel darah dari masyarakat yang terjaring dalam Razia.
“Ini cukup efektif, karena di hari terakhir ini kita mendapatkan banyak orang yang terjaring razia, sehingga semua kita arahkan untuk melakukan rapid test,”ujarnya.
Sementara itu untuk hasil rapid , dari 272 orangg yang yang mengikuti pengambilan sampel darah semalam terdapat 38 orang yang dinyatakan reaktif, sehingga mereka langsung dihubungi untuk langsung dilakukan karantina di tempat yang disiapkan oleh pemerintah guna ditindak lanjuti dalam pemeriksaan Swab.
“Jadi tempat karantina yang disiapkan pemerintah daerah semuanya ada 5 di Wamena, untuk menampung yang hasil rapidnya reaktif,”tutupnya. (jo/tri)
Insiden ini menarik perhatian luas setelah proses penemuan korban disiarkan secara langsung melalui media sosial…
Sebagian dokter spesialis Rumah Sakit Daerah (RSUD) Merauke memilih mogok kerja pada Sabtu (9/5). Mereka…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Binmas Polres Jayawijaya Iptu. Zabur Esomar pencarian dimulai sejak pukul 08.20…
Kunjungan rombongan tersebut ke Yalimo didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Papua Pegunungan Dr. Ones Pahabol. …
Ketua PAK-HAM Papua Dr. Methodius Kossay, SH,.M.Hum, CT,.CMP menyatakan negara harus hadir secara nyata dalam…
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP menyatakan dalam panen raya ikan air tawar, pemerintah…