

Pelaksanaan Mini FBLB yang dilakukan tahun lalu di Distrik Wosilimo (foto: Denny/ Cepos)
WAMENA – Pemkab Jayawijaya melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) memastikan bakal selesaikan persiapan tempat pelaksanaan FBLB Tahun 2024 dalam kurun waktu 6 hari kedepan. Sebelum pelaksanaan pembukaan yang dijadwalkan pada Rabu 7 Agustus mendatang di Distrik Wosilimo.
Kabid Destinasi dan Pariwisata Dibudpar Kabupaten Jayawijaya, Naftali Rumbiak menyatakan untuk persiapan saat ini pihaknya telah mengakomodir panitia lokal yang ada disana untuk menyelesaikan beberapa tempat seperti gapura, tribun, dekorasi dan beberapa stand UMKM.
“Kami upayakan dalam 6 hari kedepan semua persiapan akan diselesaikan sebelum pelaksanaan pembukaan FBLB Tahun 2024 dilakukan, sehingga pada saat pelaksanaanya sudah tidak ada kendala lagi,” ungkapnya Kamis, (1/8).
Lalu untuk informasi kedatangan Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Unno baru bisa didapatkan pada jumat (Hari ini Red).
“Kemungkinan kunjungan mentri Sandiaga Unno akan dilakukan pada penutupan. Tapi kami masih menunggu konfirmasi,” jelasnya.
Kreatif ini, akan dilakukan pertunjukan utama dari FBLB dan juga pertunjukkan dari daerah lainnya dari Provinsi Papua yang akan berpartisipasi dalam pelaksanaan festival tersebut.
“Jadi kita sudah persiapkan beberapa pertunjukan utama yang harus dihadirkan pada saat kunjungan menteri dihari terakhir pelaksanaan FBLB, karena beliau akan langsung melakukan penutupan acara tersebut disana,”ujarnya.
Page: 1 2
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote, mengatakan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura terus memperkuat…
Banyak anak muda akhirnya hanya membawa map lamaran dari satu kantor ke kantor lain tanpa…
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kawasan Bandara Sentani IPTU Wajedi, didampingi Kanit Binmas AIPTU…
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) menggelar tatap muka bersama para wajib pajak…
Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…