Categories: PEGUNUNGAN

Di Kurima, Penyelesaian Denda Adat Dirwarnai Bentrok Dua Kelompok Warga

WAMENA–Penyelesaian masalah denda adat kasus Miras yang berujung pembunuhan beberapa waktu lalu di Jalan Trans Wamena-Kurima, tepatnya di Distrik Wouma, diwarnai bentrokan warga antara pihak keluarga korban dari kubu marga Heselo yang menyerang keluarga pelaku dari warga Hesegem, lantaran kesal karena dua kali proses mediasi denda adat ditunda.

Dalam insiden yang terjadi Selasa (30/8) itu, satu korban luka, akibat benda tajam. Namun untuk menghindari agar bentrok tersebut tak meluas, Polres Yahukimo meminta bantuan kepada Polres Jayawijaya untuk menenangkan dua kelompok tersebut. Aparat yang diturunkan dari personel Polres Jayawijaya dan BKO Brimob Amanusa berhasil menenangkan situasi tersebut.

Kapolres Jayawijaya AKBP.Hesman Napitupulu, SH, SIK, MH membenarkan adanya bentrokan warga, namun telah diredam oleh anggota Polres Jayawijaya yang turun ke Distrik Kurima dan berupaya melakukan mediasi kepada kedua belah pihak.

“Benar ada bentrok antara dua kelompok massa di Distrik Kurima, itu memang bukan wilayah kita, namun karena kita dari Polres Jayawijaya yang berdekatan, sehingga kita membantu pengamanan dari Polres Yahukimo agar bentrokan tersebut tidak meluas,”ungkapnya, Kamis (1/9).

Kapolres menyatakan, bentrokan tersebut dipicu oleh mediasi penyelesaian denda adat yang tertunda dua kali. Kejadian ini berawal dari masalah mengkonsumsi minuman keras lokal hingga berujung pembunuhan, kemudian dilakukan mediasi dan dituntut pembayaran denda adat sebesar Rp 300 juta, dari pihak pelaku, marga Hesegem sudah siap melakukan pembayaran denda adat yang dipimpin Kepala Kampung Hugem, Ayub Lantipo.

“Dari pihak korban keluarga Heselo menunggu dari pagi sampai sore pada 30 Agustus 2022, namun  pihak pelaku dari keluarga Hesegem belum melakukan pembayaran dan kemudian dari pihak korban melakukan penyerangan terhadap pihak pelaku, karena sudah 2 kali pembayaran denda adat ditunda,” jelasnya.

Kapolres menyatakan, dari aksi ini Polres Yahukimo meminta bantuan kepada Polres Jayawijaya untuk mengamankan sementara agar tidak terjadi bentrok di tengah masyarakat.

“Kami sudah melakukan pengamanan dengan malakukan mediasi dua kelompok, juga menghadirkan tokoh -tokoh dari kedua belah pihak yang saling serang ini untuk dipertemukan kembali untuk membicarakan masalah yang belum mereka selesaikan, kemarin juga Polres Yahukimo sudah kirimkan para perwiranya dan menempatkan personel Brimob BKO di sana,”katanya.

Ia telah menarik pasukan Polres Jayawijaya kembali dan sudah digantikan dengan anggota dari Polres Yahukimo untuk mediasi kedua kelompok tersebut.(jo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: WAMENA

Recent Posts

Puskesmas Rimba Jaya Tak Luput dari Pemalangan

Puskesmas Rimba Jaya yang berlokasi di Lepro, Kelurahan Rimba Jaya, Merauke, berada dalam satu kawasan…

6 hours ago

Stunting di Merauke Capai 17,4 Persen

Berdasarkan data tahun 2025, prevalensi stunting di Kabupaten Merauke tercatat 17,4 persen atau sebanyak 1.462…

6 hours ago

Pemkab Jayawijaya-PLN UP3 Wamena Launching Program Jayawijaya Terang di Distrik Tailarek

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan saat ini pemerintah sedang berupaya untuk menfokuskan pembangunan…

7 hours ago

Camporee Pathfinder Arafura International Bentuk Karakter Generasi Muda

Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, menegaskan bahwa Camporee Pathfinder Arafura International 2026 menjadi wadah…

7 hours ago

Dua Unit Ruko dan Satu Garasi Ludes Terbakar

Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH membenarkan adanya kebakaran tersebut yang…

8 hours ago

Polisi Beberkan Hasil Olah TKP Kecelakaan Maut di Jalan Logpon Mimika Tewaskan Seorang Pria

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, mengonfirmasi bahwa kecelakaan ini melibatkan satu…

8 hours ago