

PJ Bupati Jayawijaya Thony M Mayor, S.Pd, MM saat mendengarkan aspirasi dari masyarakat terkait irigasi di kali baliem yang selalu meluap sampai ke perkampungan pada saat musim hujan, Rabu (31/7) (FOTO:Denny/ Cepos)
WAMENA – Guna mendengar aspirasi masyarakat, PJ Bupati Jayawijaya, Thony Mayor melalukan perjalanan dengan cara jalan kaki sejauh 5 Km ke Kampung Holasili Distrik Silokarno Doga, Kabupaten Jayawijaya.
Ini sekaligus melihat medan perjalanan yang sering kali dilalui masyarakat disana untuk sampai ke Kota Wamena. Thony menjelaskan kunkernya ke Distrik Silo Sukarno Doga dilewati 5 Km dengan kondisi berlumpur dan rawa.
Meski demikian ia menikmati semua mengingat dirinya pernah bertugas sebagai guru di wilayah terpencil sehingga tahu situasi yang dirasakan masyarakat. Dan saat menjabat bupati, dirinya ingin mendengarkan langsung aspirasi masyarakat di kampung.
“Semua aspirasi yang disampaikan, saya tidak mau berjanji karena saya penjabat tetapi saya masih sekretaris daerah untuk empat tahun ke depan, kalau tidak dipecat. Apa yang disampaikan ini kami juga akan berusaha untuk programkan ke depan,” ungkapnya Rabu (31/7).
Disini masyarakat menyampaikan beberapa aspirasi mulai dari irigasi Kali Baliem maupun jalan raya untuk kendaraan. Irigasi penting sebab perkampungan terletak di pinggiran kali dan selalu terdampak banjir akibat air meluap setiap kali musim hujan.
“Selama ini jalan yang ada sulit dilalui kendaraan. Akibatnya, untuk menjangkau jalan raya utama, masyarakat mesti berjalan kaki sekitar 10 kilometer lebih dulu,” beber Thony.
Lalu terkait irigasi, kata Thony Mayor pihaknya telah melakukan kajian terkait luapan Kali Baliem dan persoalan itu tetap menjadi perhatian pemerintah. Namun akan dilakukan secara bertahap berdasarkan anggaran yang tersedia di pemerintah mengingat tidak bisa aspirasi tersebut langsung dijawab.
“Apa yang disampaikan itu saya akan sampaikan lagi kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan tetapi saya juga akan merencanakan ini ke depan sebab dalam pembahasan anggaran (di Pemkab Jayawijaya) saya ikut berperan di dalamnya,” katanya.
“Dahulu Silo Sukaro Doga tidak ada apa-apa tapi perlahan sudah ada jalan maupun listrik. Persoalan listrik yang belum menjangkau sejumlah permukiman di Silo Sukarno Doga menjadi perhatian sebab kemarin saya juga melakukan tandatangan untuk pengusulan lampu tenaga surya. Semoga ini bisa menjawab terutama untuk wilayah pinggir- pinggir jalan,” tutupnya. (jo/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Mote, mengatakan Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura terus memperkuat…
Banyak anak muda akhirnya hanya membawa map lamaran dari satu kantor ke kantor lain tanpa…
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kawasan Bandara Sentani IPTU Wajedi, didampingi Kanit Binmas AIPTU…
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) menggelar tatap muka bersama para wajib pajak…
Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…