

WAMENA-Pemerintah Jayawijaya memastikan jika aktifitas perkantoran baik dalam ASN maupun perbankan yang ada di Jayawijaya telah aktif sejak Kamis (26/9) kemarin. Meski tidak mempunyai kantor lagi, namun ASN yang ada di Sekretariat bekerja di Posko membantu melakukan pendataan terhadap rumah/ruko masyarakat yang terbakar atau korban material.
Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengungkapkan bahwa para ASN yang bekerja di gedung Otonom Wenehule Hubi melakukan aktifitas perkantorannya seperti biasa. Mereka masuk kerja pada pukul 08.00 WIT dan berakhir pukul 16.00 WIT. Sementara untuk perbankan juga sudah mulai melakukan pelayanan kepada masyarakat saat ini, seperti bank Papua, Mandiri, BRI, BNI juga sudah kembali membuka pelayanan.
“Aktifitas untuk ASN kembali seperti biasa, khusus yang berkantor di sekretariat daerah memang kami belum punya ruangan kerja, namun kami bekerja di Posko membantu melakukan pelayanan pendataan korban material dan itu sudah selesai,” ungkapnya saat ditemui di posko dapur umum Gedung Ukumiarek Asso, Senin (30/9).
Menurut Jhon Banua, untuk semua korban materil yang terdata, nantinya Pemda Jayawijaya akan melaporkan masalah ini kepada Gubernur Papua dan akan dilanjutkan kepada Kementerian PUPR, sehingga diharapkan ada bantuan untuk merelokasi bangunan yang telah terbakar ini.
“Pastinya data ini akan masuk ke provinsi karena sesuai dengan Janji Gubernur Papua melakukan pendataan dan Pemprov Papua siap untuk membantu memulihkan Kabupaten Jayawijaya,”jelas Bupati Banua.
Ia juga mengimbau kepada seluruh pelaku usaha untuk kembali melakukan aktifitasnya seperti biasa, pemerintah sudah menjamin keamanan dalam Kota Wamena, dan juga masyarakat tak perlu khawatir dengan isu yang berkembang di lua. Bupati Jayawijaya juga memastikan jika warga Jayawijaya di distrik dan kampung itu tak terprovokasi untuk melakukan tindakan kriminal.
“Saya imbau kepada pelaku usaha untuk kembali membuka usahanya, situasi Kota Wamena ini masih dalam keadaan baik, kami juga menjamin keamanan kepada masyarakat,”tegasnya.
Bupati mengakui jika selama ini banyak isu yang berkembang seperti pesawat hercules mengangkut masyarakat pendatang pergi dari Wamena. Sebab, aparat TNI/ Polri ingin melakukan penyisiran secara menyeluruh membuat masyarakat lokal yang ada di Kota wamena kembali ke kampung, begitu juga isu yang berkembang di masyarakat pendatang jika masyarakat lokal ingin melakukan penyerangan, ini sama sekali tidak benar.
“Isu–isu ini semakin berkembang dan membuat masyarakat menjadi saling ketakutan , dampaknya masih ada pertokoan yang tutup dan juga warga yang di pengungsian masih takut untuk kembali ke rumahnya,”bebernya. (jo/tri)
Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta…
Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua menilai pendekatan keamanan dalam penanganan konflik…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Reskrim Iptu Marcelino Rumambi, SH, MH menyatakan hari ke enam ini…
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menyatakan satuan tugas TNI…
Menurut Abisai Rollo, tingginya angka kebakaran dalam beberapa waktu terakhir harus menjadi perhatian serius semua…