Categories: PEGUNUNGAN

Pedagang Pasar Potikelek Keluhkan Sepi Pembeli

WAMENA – Para pedagang Pasar Tradisional Potikelek di Wamena Kabupaten Jayawijaya, mengeluhkan sepinya pembeli pada awal tahun 2025 yang berbelanja disana, ironisnya dalam sehari penuh dagangan yang meliputi sayur, bumbu basah, buah dan umbi -umbian tidak laku terjual sehingga sangat berpengaruh terhadap perekonomian mereka.

Salah satu pedagang pasar Potikelek Wamena Ellen Asso, saat ditemui mengaku, dirinya sangat terdampak minimnya pembeli sejak awal hingga bulan Januari ini akan segera berakhir, dan ia sendiri belum mengetahui apa yang menyebabkan pembeli di pasar tersebut sepi.

“Saya menjual hampir semua kebutuhan pokok seperti l sayuran, keladi, buah-buahan, labu, bawang, ubi jalar (hipere), buncis dan wortel,  akan tetapi tidak ada  pembeli yang datang ke pasar ini, “ungkapnya kamis (30/1) kemarin.

Melihat minimnya pembeli yang masuk ke pasar Potikelek, lanjut Ellen, para pedagang sudah berupaya menurunkan harga demi menarik minat pembeli. Misalnya sebelumnya daun bawang yang sebelumnya Rp 20.000 per ikat menjadi Rp 10.000. per ikat namun saja masih sulit.

“Dengan keadaan yang seperti ini sangat berdampak pada perekonomian keluarga pedagang kecil yang ada di pasar potikelek Wamena,”ujarnya Mama Ellen

Di sisi lain penghasilan yang biasanya di dapatkan oleh Mama Ellen pun menurun drastis dari biasanya Rp 200.000-300.000 per hari kini turun hingga Rp 50.000 saja, oleh karena itu ia mengharapkan agar permasalahan -permasalahan yang sering terjadi dalam pasar tersebut bisa dilihat pemerintah sehingga bisa menarik pembeli.

“Saya juga sudah menurunkan dari komuditi yang saya jual seperti harga daun kemangi, wortel, buncil, labu, daun papaya hingga keladi. Namun ini tidak berdampak karena barang ini tetap tidak laku selama beberapa hari, ” bebernya

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

5 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

6 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

7 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

8 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

9 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

11 hours ago