‘’Jadi yang jemput itu disidang di balai kampung. Entah siapa yang memprovokasi. Masalah tanahlah, PSN dan sebagainya. Padahal biaya penjemputan itu lumayan besar tapi dari 14 anak tersebut tidak ada yang mau kembali. Sayang sekali,’’ katanya.
Karena itu, dia berharap 70 anak yang masih sisa tersebut tidak ada lagi yang keluar dari sekolah dan tidak mau melanjutkan lagi. Karena biaya sekolah sudah gratis, makan minum gratis dimana biaya makannya dari Rp 15.000/porsi naik menjadi Rp 20.000.
‘’Anak-anak ini juga ditanggung pakaian seragam sekolah termasuk sepatu. Juga pakaian rumah dan gereja diberikan. Jadi hampir semuanya disediakan oleh pemerintah,’’ tandasnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Pelaku yang berprofesi sebagai sopir transportasi online (Maxim) ditangkap di Jalan Manokwari, tepatnya di samping…
Selain penegakan hukum, pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan perlindungan anak dan pola pengasuhan dalam keluarga…
Ketujuh tersangka masing-masing berinisial MB, AB (23), LS (26), DA, NS, KB, dan SP. Seluruhnya…
Langkah ini diambil sebagai respons cepat pasca-insiden pembakaran pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA)…
Akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Cenderawasih, Yakobus…
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Jayapura, Rory Cony Huwae, mengatakan penyumbang terbesar penerimaan pajak…