Categories: MERAUKE

Menderita Hidrosefalus, Bayi 2,5 Tahun Butuh Uluran Tangan  

MERAUKE – Sisilia  Cornelia Yeuw, anak pasangan  dari Setefanus Yeuw dan Ludya Sumagai di usianya yang baru 2 tahun 6 bulan, cukup memprihatinkan. Pasalnya, ia  menderita hidrosefalus atau  pembesaran kepala. Senin (27/6), kemarin, ibu kandungnya mencoba membawa bayi tersebut ke pengobatan gratis yang sedang dilaksanakan Lanud JA Dimara Merauke dalam rangka Hari bakti TNI AU ke-75.

Ludia Sumagai, sang ibunda dari bayi tersebut menuturkan, anaknya yang lahir pada 17 Januari 2020 lalu di Kampung Maam, sekitar PT Dongin Prahbawa lahir secara normal dengan berat badan 3,2 Kg.

Namun pada saat berumur 3 minggu, mulai terjadi pembengkakan pada kepalanya.  Ludia Sumagai menjelaskan, dirinya sudah mencoba membawa buah hatinya tersebut ke RSUD Merauke untuk caiaran di dalam kepalanya dapat disedot, hanya saja, alat tersebut belum ada di RSUD Merauke sehingga dirujuk ke RSUD Jayapura.

‘’Tapi karena masalah biaya yang tidak memungkinkan saya untuk berangkat, sehingga sampai sekarang saya masih belum bisa berangkat. Mudah-mudahan jalan Tuhan ada yang bisa membantu saya,’’harapnya.

Ludia Sumagai juga menjelaskan bahwa dirinya sudah mencoba membuat permohonan bantuan ke Pemkab Merauke, namun karena saat membawa permohonan ke kantor bupati, Bupati Merauke masih diluar daerah. ‘’Sehingga permohonan biaya itu belum saya masukkan,’’katanya.

Sementara itu, Mayor Yuli Nurhayati, dokter spesialis anak dari Lanud JA Dimara Merauke, setelah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi bayi tersebut mengungkapkan, pembesaran kepala itu disebabkan adanya penyumbatan di dalam saluran otak.

‘’Normalnya setiap hari, otak akan memproduksi cairan. Dan cairan itu untuk membasahi otaknya, kemudian setelah selesai maka cairan itu dikeluarkan.Tapi karena ada penyumbatan sejak lahir, sedangkan cairan diproduksi setiap hari, sementara tidak ada pembuangan sehingga terjadi penumpukan dan menjadi besar,’’ katanya.

Kata Mayor dr. Yuli Nurhayati, penumpukan air tersebut menekan otak , menekan syaraf otak termasuk syaraf mata. Efek yang terjadi bisa terjadi kejang-kejang, maupun infeksi.

‘’Salah satu tata laksanakanya adalah harus dilakukan operasi. Operasi pemasangan selang. Tujuannya untuk mengalirkan cairan otak yang berlebihan tersebut. Biasanya dapat dialirkan ke rongga perut atau ke tempat lain yang bisa aman, sehingga mengurangi tekanan ke otaknya,’’ jelasnya.  

Ditambahkan, jika tidak segera dilakukan penanganan maka bisa mempengaruhi fungsi-fungsi lainnya, termasuk nutrisi akan terganggu. ‘’Tentunya makan akan terganggu dan berdampak pada nutrisi anak  yang dapat mengganggu tumbuh kembangnya,’’jelasnya. Karena itu, tambahnya, bayi tersebut harus dirujuk ke rumah sakit yang memiliki alat untuk penyedotan dan dilakukan operasi. (ulo/tho)   

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKE

Recent Posts

Pemprov Papua Dorong 50 Persen Bahan Baku dari Lokal

Badan Gizi Nasional (BGN) resmi meluncurkan 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung pelaksanaan…

45 minutes ago

Ditinjau Tim dari Menko Polhukam, 333 Rumah Terdampak Konflik Sosial Bakal Terealisasi

Tim yang diturunkan ke Wamena saat ini dari Menko Polhukam, BNPB, Danrem 172/ PWY, PLN…

2 hours ago

BPS Jayawijaya Memastikan Inflasi September 2026 Mencapai 3.28 Persen

Kepala BPS Jayawijaya Arther Purmiasa menyatakan Pada Bulan September 2026, terjadi inflasi sebesar 3,28 persen…

3 hours ago

Tujuh Dokter UGD RSUD Boven Digoel Mogok, Pemkab Tarik Empat Dokter Puskesmas

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel Adolof Andatu, Amd, Kep, SKM. ketika dikonfirmasi media ini…

4 hours ago

KMN Rizki Jaya Utama 01 Bocor di Laut Arafura, Satu ABK Masih Dalam Pencarian

Akibat kecelakaan tersebut, satu dari sembilan orang Anak Buah Kapal (ABK) yang berada di atas…

5 hours ago

BMKG: Poster Larangan Menampung Air Hujan akibat ‘Cloud Seeding’ Hoaks

Poster yang beredar luas di media sosial tersebut sempat memicu keresahan warga Timika.  Narasi di…

6 hours ago