Categories: BERITA UTAMA

Masyarakat Dukung Pembangunan Kantor Bupati di Waris

JAYAPURA-Pemerintah Kabupaten Keerom terus melakukan percepatan pembangunan kantor bupati di Kampung Bompai, Distrik Waris. Pembangunan Kantor Bupati sejatinya bukan tanpa alasan. Selain sesuai amanat Undang-Undang Nomor 26 tahun 2003, pembangunan kantor bupati juga merupakan strategi Pemkab Keerom dibawah kepemimpinan bupati dan wakil bupati Piter -Wafir dalam mewujudkan pemerataan pembangunan.

Apa yang sudah dicanangkan oleh Bupati Keerom juga mendapatkan dukungan dari masyarakat Keerom, khususnya bagi masyarakat yang ada di Distrik Waris itu sendiri. Seperti yang disampaikan oleh Kepala Kampung Bompai, Distrik Waris, Lukas Maunda menegaskan bahwa program pembangunan kantor bupati disambut baik oleh seluruh masyarakat Bompai.

Bahkan dirinya menegaskan, jika program pembangunan kantor bupati merupakan sebuah kerinduan bagi masyarakat di Distrik Waris. Ia berharap pembangunan segera dimulai.

“Kantor bupati yang akan dibangun bukan hanya isu hari ini, memang sudah lama. Karena rencana dari bupati ke bupati. Sehingga masyarakat di Bompai sangat mendukung. Dan kalau besok terjadi maka kami akan sangat senang, dan mereka akan terima,” ungkap Lukas Maunda kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Kantor Bupati Keerom, Senin (27/6).

Kepala Kampung Ampas, Distrik Waris, Manfred Bonggoro juga menegaskan bahwa program pembangunan kantor bupati di Kampung Bompai harus bisa terwujud. Ia meminta seluruh masyarakat Keerom sama-sama mendukung program Bupati Keerom terkait pembangunan kantor bupati tersebut.

“Kantor bupati harus tetap berjalan dan dipindahkan ke Distrik Waris, di Kampung Bompai. Mari kita sama-sama mendukung apa yang sudah diprogramkan oleh bupati,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kampung Banda, Distrik Waris, Joni May juga menuturkan jika pembangunan kantor bupati di Distrik Waris sudah menjadi kerinduan masyarakat. Dirinya mengaku jika masyarakat Kampung Banda mendukung penuh program tersebut.

“Rencana pembangunan kantor bupati di Waris itu kerinduan masyarakat, karena sesuai dengan SK Mendagri bahwa ibu kota Keerom dari Arso harus pindah ke Distrik Waris. Pembangunan tetap jalan dan kami semua menerima semua program pemerintah daerah dan pusat yang mereka programkan sesuai dengan amanat UU,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Suku Waris, Daniel Amo juga mengaku mendukung penuh pembangunan kantor bupati di Kampung Bompai, Distrik Waris.

“Pak bupati sudah menyampaikan jika pembangunan Kantor Bupati sudah mulai dilakukan tahun ini dan peletakan batu pertama sudah mulai dilakukan. Kami sangat mendukung,” pungkasnya. (eri/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KEEROM

Recent Posts

Atasi Ketimpangan Layanan Medis, Dokter dan Perawat Papua Harus Perkuat Skill

Papua Surgical Update (PSU) 2026 ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari dokter spesialis,…

6 hours ago

Pasca Penertiban, Pemkot Didesak Data Ulang Pedagang

Pares menyatakan, Komisi C secara penuh mendukung langkah tegas Pemkot Jayapura dalam menertibkan area pasar.…

12 hours ago

Terindikasi Melanggar, Ribuan Barcode BBM Bersubsidi Diblokir

   Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua dan Maluku Ispiani…

14 hours ago

Pemilihan Rektor Uncen Jadi Agenda Prioritas

   Untuk memastikan roda organisasi dan pelayanan akademik tidak terhenti, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan…

14 hours ago

Gubernur: Layanan Pertanahan Harus Menjangkau Pelosok!

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong pelayanan pertanahan dapat menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok melalui…

16 hours ago

Manfaatkan Dana Kampung untuk Kembangkan Potensi Lokal

  Abisai menilai, kearifan lokal dan berbagai potensi yang dimiliki setiap kampung merupakan kekayaan yang…

16 hours ago