

Lokalisasi Yobar Merauke yang terendam air rob mulai pukul 07.00 WIT dan sekira pukul 10.00 WIT air mulai surut, Rabu (29/12) . (foto: Sulo/Cepos)
Soal Adanya Potensi Banjir Rob di Daerah Pesisir
MERAUKE – Bagi warga yang tinggal di pesisir pantai, pasang surut gelombang sudah menjadi hal biasa. Begitu pula dengan pasang tinggi yang menyebabkan air meluap ke permukaan atau banjir Rob. Ali, salah satu warga pesisir yang tinggal di sekitar menara Lampu Satu Merauke mengungkapkan, yang diwaspadai ketika terjadi banjir Rob dan disertai hujan dan angin kencang. Sebab, ketika hujan disertai dengan angin kencang maka ombak dipastikan cukup tinggi yang dapat menghantam bangunan yang ada di pesisir pantai.
‘’Yang biasa kita takutkan kalau pas terjadi banjir Rob dibarengi dengan hujan dan angin kencang. Itu ombaknya besar,’’ katanya.
Menurutnya, beberapa kejadian dengan banjir Rob disertai dengan hujan dan angin kencang selama ini membuat banyak kapal nelayan yang terhempas bahkan rusak akibat dihantam ombak. Bahkan ada yang saling tabrakan jika kapal saling berdekatan.
Di sepanjang pantai Lampu Satu Merauke ini, sebagian rumah yang ada adalah rumah panggung. Hal yang sama disampaikan Obet, warga Payum, Keluruhan Samkai Merauke. Obet menilai jika hanya banjir Rob tidak disertai dengan hujan dan angin kencang, tidak terlalu masalah. ‘’Paling air masuk dalam rumah. Tapi, kalau hujan disertai angin kencang kadang itu yang ditakutkan. Bisa merusak bangunan rumah,’’ terangnya.
Meski demikian, dari peringatan dini yang disampaikan oleh BMKG bagi warga yang tinggal di sekitar pesisir mewaspadai potensi banjir Rob, sampai berita ini ditulis belum ada laporan adanya warga mengungsi karena banjir Rob tersebut.
Namun selama ini yang merasakan dampaknya cukup besar setiap terjadi banjir Rob adalah warga yang tinggal di pesisir pantai Distrik Waan. Setiap tahunnya, tanaman umbi-umbian yang menjadi bahan pokok warga rusak akibat terendam banjir Rob.(ulo/tho)
"Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan vanili kualitas super asal PNG sebanyak tujuh koli dengan total…
Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…
Upaya pencarian terhadap korban yang hanyut di Kali Uwe beberapa waktu lalu belum usai. Di…
Menyikapi krisis kemanusiaan ini, Kepolisian Resor (Polres) Jayawijaya bergerak cepat mengambil peran ganda tidak hanya…
Komandan Kodaeral X Jayapura, Mayjen TNI (Mar) Sugianto, secara tegas menyatakan penghentian rencana pembangunan Dermaga…