

Babinsa Koramil 1707-04/Kimaam Kodim 1707/Merauke Serka Suryani terjun langsung ke sawah membantu seorang petani Kampung Tabonji, Distrik Tabonji Merauke
MERAUKE– Petani di Merauke khususnya para pengusaha penggilingan mulai mengeluh karena beras yang mereka tidak terserap pasar. Pasalnya, Perum Bulog Merauke tidak lagi menyerap beras dari petani tersebut.
Kepala Pimpinan Cabang Bulog Merauke Karennu saat dihubungi media ini lewat telpon selulernya mengaku jika saat ini pihaknya tidak lagi melakukan penyerapan beras, kecuali gabah giling kering.
Bulog tidak menyerap beras petani tersebut, ungkap Karennu berdasarkan surat keputusan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Sehingga secara nasional, Bulog tidak melakukan penyerapan beras.
‘’Itu berlaku seluruh Indonesia. Jadi bulog belum ditugaskan untuk menyerap beras. Kecuali untuk gabah kering kita masih membeli dari petani,’’ terangnya.
Penghentian pembelian beras ini, karena kuota pengadaan beras secara nasional sudah terpenuhi. ‘’Kita tunggu regulasi dari Bapanas, kalau sudah ada perintah untuk menyerap beras dari petani lagi maka kita akan lakukan pembelian,’’ terangnya.
Page: 1 2
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung…
Menurutnya para elit politik Papua di wilayah Papua Pegunungan, harus bisa membuka ruang-ruang komunikasi dengan…
Menyikapi peristiwa itu, Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengeluarkan pernyataan sikap yang…
Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi setiap institusi penegak hukum. Sekali kepercayaan itu tumbuh, masyarakat…
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula…
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Merauke Leo Patria Mogot menjelaskan, secara…