

Lomba pasang dan bongkar alsintan yang dilakukan petani orang asli Papua dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) di lapangan Monumen Kapsul Waktu Merauke, Senin (23/10/2023) (foto:Sulo/cepos)
MERAUKE –Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT mengungkapkan bahwa kendati Merauke mengalami gagal panen tahun ini, namun bahan makanan terutama beras masih tersedia cukup. Begitu juga palawija hasilnya bagus di musim kemarau seperti sekarang ini.
Namun yang menjadi persoalan adalah masalah air. Di musim hujan, kelebihan air , namun di musim kemarau seperti sekarang ini kekurangan air. Air ada, adalah air tadah hujan dan air tanah.
Sebab, Merauke tidak memiliki sumber air dari gunung karena tidak ada gunung. Air tanah di Merauke sebagian berasa asin. Itu karena Merauke berada di permukaan lain sehingga hanya beberapa tempat khususnya yang ada pasirnya air tanahnya tidak asin.
‘’Tapi karunia Tuhan sangat luar biasa bagi Merauke. Meski Merauke berada di bawah permukaan laut tapi Tuhan tetap menyediakan air untuk segara aktivitas manusia di Papua Selatan Merauke.” Ungkap Bupati Romanus saat membuka kegiatan Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-43 di lapangan Monumen Kapsul Waktu, Senin (23/10/2023).
“ Buktinya sampai sekarang kita tetap eksis dalam mengelola pertanian dengan water manajemen sistem yang cukup baik khusus untuk pertanian lewat long stratege, drainase, pintu air. Ini kita lakukan dan cukup bagus,’’ jelasnya
Bupati juga mengingatkan agar hutan di Merauke tetap dijaga agar ketersediaan air kedepan bisa tetap terjaga. Sebab lanjut dia, dengan Merauke sebagai ibukota Provinsi Papua Selatan, maka kebutuhan ruang dan air kedepan sudah dipastikan akan meningkat. ‘’Karena itu, sumber-sumber air ini harus kita jaga bersama,’’ pintanya.
Diketahui, salah satu sumber air baku bagi sebagian masyarakat Merauke yang sudah terjangkau dengan jaringan PDAM adalah dari Rawa Biru yang ada di Taman Nasional Wasur.Jaraknya, sekitar 66 kilometer dari Kota Merauke. Terbaru yang sementara dalam pembangunan jaringan pimpa sekunder adalah dari Kampung Mimi Baru Distrik Jagebob, Merauke.
Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-43 yang dilakukan pemerintah Kabupaten Merauke selama 2 hari diwarnai dengan berbagai kegiatan. Acara dibuka Bupati Merauke Drs Romanus Mbaraka, MT di lapangan Monumen Kapsul Waktu, Senin (23/10)
Di awal kegiatan tersebut, dilakukan pemotongan tumpeng, pameran UMKM dan hasil-hasil pertanian, kemudian lomba bongkar pasang Alsintan oleh petani dari kamppung-kampung OAP dan berbagai kegiatan. Kemudian puncak peringatan HPS tersebut akan digelar hari ini dengan lanjutan berbagai lomba diantara lomba cipta menu, panggung hiburan dan berbagai kegiatan lainnya. (ulo/tri)
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…
Namun bagi jemaat GKI Pengharapan, persoalan itu jauh lebih dalam daripada sekadar soal tanah dan…
Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Jayapura, Budi P. Yokhu, memimpin langsung sidak penertiban…