

Donny Stiven Umbora, SH, MH (foto:Dokumen/Cepos)
MERAUKE – Kejaksaan Negeri Merauke telah menyatakan berkas perkara pemeriksaan terhadap bendahara Bunda PAUD Provinsi Papua Selatan yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi dana hibah dari Provinsi Papua Selatan ke Bunda PAUD Papua Selatan tahun 2023 berinisial YM dinyatakan lengkap atau P.21.
Kepala Kejaksaan Negeri Merauke Dr. Paris Manalu, SH, MH melalui Kasi Pidsus Donny Stiven Umbora, SH, MH, dihubungi media ini mengatakan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan secara seksama terhadap berkas perkara korupsi Bunda PAUD Provinsi Papua dengan tersangka YM sebagai bendahara dari Bunda PAUD tersebut pihaknya telah menyatakan berkas pemeriksaan tersebut dinyatakan lengkap atau P.21.
‘’Kami sudah menyatakan lengkap atau P.21,’’ tandas Donny Stiven Umbora, Senin (22/12).
Meski telah menyatakan berkas tersebut lengkap, namun kejaksaan Negeri Merauke memberikan petunjuk atau sejumlah rekomendasi untuk mendalami pihak-pihak yang dalam BAP tersebut turut serta menerima uang hasil korupsi tersebut.
‘’Memang ada rekomendasi yang kita berikan penyidik Kepolisian untuk mendalami lebih jauh perannya. Tapi, tentunya menjadi kewenangan sepenuhnya dari kepolisian untuk dapat membuktikan pihak-pihak yang ikut menerima aliran dana tersebut,’’ terangnya.
Page: 1 2
Menurut Ramai, program latihan yang telah dijalani tim, baik saat pemusatan latihan di Jayapura maupun…
Otoritas Perikanan Nasional Papua Nugini (National Fisheries Authority/NFA) bersama Imigrasi Papua Nugini kembali menangkap kapal…
Pemerintah Kota Jayapura akan memperketat pengawasan di lokasi pengungsian warga terdampak kebakaran di Kelurahan Mandala,…
Polres Merauke bersama Densus 88 Antiteror memperkuat sinergi dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan…
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama mengatakan data tersebut perlu divalidasi terlebih dahulu untuk…
Pemain senior sekaligus legenda Persipura Jayapura, Boaz Solossa, memberikan dukungan penuh atas langkah klub meminjamkan…