

Siswa dan guru yang akan masuk ke dalam sekolah tertahan karena pintu utama sekolah di palang oleh pemilik hak ulayat, Rabu (22/10). (foto:Ist/Cepos)
Untuk Fasilitas Umum, Wabup Berharap Jangan Asal Palang
MERAUKE – Untuk kesekian kalinya, SMAN 3 Merauke yang berada di Jalan Kamizaun, Kelurahan Rimba Jaya Merauke dipalang. Pemalangan terakhir terjadi pada 15 Mei 2025 atau sekitar 5 bulan lalu. Pemalangan yang sama kembali terjadi Rabu (22/10) pagi kemarin.
Saat anak-anak dan guru datang di sekolah itu, pintu utama yang merupakan satu-satunya jalan masuk dipasang daun kelapa muda yang selama ini menjadi salah satu atribut yang digunakan dalam kegiatan adat di Merauke.
Alhasil, anak-anak dan guru tidak bisa masuk dan harus menunggu beberapa waktu lalu. Untungnya pihak kepolisian yang datang memfasilitasi, sehingga palang tersebut telah dibuka sekira pukul 09.00 WIT.
Menanggapi pemalangan tersebut Wakil Bupati Merauke Fauzun Nihayah mengatakan pihaknya akan mengajak duduk semua pihak terkait terkait dengan aksi pemalangan tersebut.
Page: 1 2
Ia menjelaskan, sebelum pemekaran, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua induk mencapai sekitar…
Aiptu Yunus Maturutty menjelaskan, awalnya pelaku diduga melakukan persetubuhan atau rudakpaksa terhadap korban sesuai laporan…
Plt Direktur RSUD Jayapura, Andreas Pekey mengatakan, kasus terbaru terjadi pada 16 Desember 2025.…
Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze mengatakan belum mendapatkan data terakhir sudah berapa sekolah yang telah…
Ardhiana mengatakan, keempat ekor burung tersebut diangkut secara ilegal dan tidak diketahui identitas pemiliknya. Ia…
Pengelola APMS Putra Baliem Mandiri Magi Pasaribu menegaskan putusan hukum tertinggi itu bersifat final dan…