

MERAUKE-Wakil Bupati Merauke Riduwan, S.Sos, M.Pd mengingatkan kepada semua pihak yang ada di Kabupaten Merauke untuk tidak memberikan celah atau memberikan kesempatan kepada organisasi yang radikal masuk ke Merauke.
Sebab, Kabupaten Merauke sudah dibalut dengan izakod bekad isakod kai (satu hati satu tujuan) yang merupakan manifestasi dari bhineka tunggal ika yang sejak penderi bangsa ini membuat komitmen kebersamaan. Karena keberagaman, kata Riduwan sudah sunatullah.
“Allah sudah menciptakan keberagaman. Bagi Allah menciptakan satu suku dan satu agama sangat gampang. Tapi itu ujian bagi kita, bagaimana kita bisa silaturahmi dan koordinasi dan saling kenal mengenal dengan siapapun dalam rangka menciptakan kedamaian di bumi Animha,” kata Wabup Riduwan saat membuka rapat kerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Merauke, di Kantor Bupati Merauke, Sabtu (20/11).
Menurut Wabup bahwa jika ada kelompok-kelompok yang mengatasnakaman agama dan mau mendirikan negara Islam, maka sesungguhnya itulah musuh bersama. Karena menurutnya, negara kilafah tidak mungkin didirikan di Indonesia. Karena bertentangan dengan keberagaman, sunnatullah.
Karena itu, lanjutnya, jangan biarkan organisasi-organisasi radikal masuk di Kabupaten Merauke. ‘’Tugas kita bersama. Kalau ada pengurus MUI yang terpapar radikal, segera diurus pemecatannya dan diproses secara hukum,’’ tandas Wabup Riduwan.
Hal ini dikatakan, karena menurutnya, sudah ada oknum pengurus MUI Pusat yang ditangkap karena radikal. Pada kesempatan tersebut, Wabup Riduwan juga berharap dengana adanya pengurus MUI ini bisa menjadi wadah umat khusus Umat Islam. Namun yang harus diketahui dan pahami bahwa keberagaman agama di Kabupaten Merauke harus tetap dihargai, bantu membantu, koordinasi dengan FKUB dan instansi terkait lainnya serta semuanya dalam rangka mengatasi permasalah-permasalahan umat.
“Tugas dan tanggungjawab pengurus MUI itu sangat berat. Karena kita menjaga keumatan. Kita harus bisa menjamin bahwa agama itu tumbuh dan berkembang dalam rangka mendiptakan peningkatan keimanan dan keislaman dalam rangka syiar dan memberikan bekal kepada anak dan cucu kita agar menjadi penerus Islam yang lebih baik dari kita,” pungkasnya.
Rapat kerja MUI ini sebenarnya dijadwalkan tahun 2020 lalu, namun karena pandemi Covid yang meningkat, sehingga baru dapat dilaksanakan di tahun 2021 tersebut. (ulo/tri)
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (DISBUDPAR) Kabupaten Jayawijaya Engelbert Sorabut, S.Sos mengakui jika Pada H-2…
Kepala Samsat Wamena Jhon Lantha mengatakan kebijakan penghapusan denda dan pajak tunggakan tersebut diambil untuk…
Penunjukan Asisten yang membidangi perekonomian dan pembangunan ini dilakukan oleh Bupati Markus Mansnembra setelah pejabat…
Dokter Tim Persipura, Benny Surapatty, menjelaskan bahwa MCU ini wajib dilakukan untuk memastikan kondisi fisik…
Lomba gerak jalan menyambut semarah Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten…
Pemerintah Kabupaten Tolikara melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Kegiatan Advokasi dan…