Categories: MERAUKE

Deklarasi Wamena Sebagai Kota DANI

Menjadi Rekomendasi Bagi Pemerintah, DPRD dan TNI/ Polri

WAMENA – Tindak lanjut dari penggalangan aspirasi yang dilakukan Forum Komunikasi Umat Beragama ( FKUB) yang dilakukan kemarin di Hotel Baliem Pilamo, maka hari ini dilakukan deklarasi penandatanganan  Wamena sebagai Kota Dani bersama dengan pemerintah daerah dan masyarakat serta pemuda.

Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi, SH, M.Hum menyatakan tidak bisa di pungkiri jika kondisi keamanan dan kenyamanan warga masyarakat di Kota Wamena, kabupaten jayawijaya secara umum sangatlah memprihatinkan. dimana-mana tindak kejahatan, kekerasan hingga merenggut nyawa masih marak terjadi, dan membuat masyarakat tidak dapat beraktivitas dengan nyaman di luar rumah, terutama pada saat malam hari.

“pemerintah daerah dan pihak keamanan telah melaksanakan berbagai upaya dalam rangka mengendalikan kondisi tersebut. akan tetapi, pendekatan yang terbaik dalam rangka mengantisipasi persoalan ini adalaah melalui agama,”ungkapnya Kamis (21/9) kemarin

Lewat deklarasi ini pihaknya mengharapkan kepada Kepolisian lebih melakukan penindakan terhadap sumber –sumber masalah social yang selama ini terjadi , kemudian yang menjadi tugas dari pemerintah daerah menindak lanjuti rekomendasi yang dikeluarkan FKSUB, masyarakat juga harus menindak lanjuti rekomendasi itu.

Ditempat yang sama Ketua FKUB Jayawijaya Pastor Kornelis Kopong, pr menyatakan deklarasi ini dibuat sebagai rerkomendasi atau mengingatkan kepada pemerintah daerah, aparat keamanan memastikan situasi dalam Kota Wamena ini tetap aman walaupun disadari tak bisa melepas semua tanggungjawab itu ke pemerintah dan aparat keamanan.

Sementara itu Sekretaris FKUB Pdt. Alexander Mauri, STh menyatakan untuk deklarasi DANI ini kita merekomendasi pertama adalah Damai dimana semua masyarakat harus hidup dengan berdamai, jangan lagi ada dendam –dendam yang masih membara dalam hati sehingga memicu terjadinya tindak krininalitas,

Ia menegaskan jika Wamena ini kecil dan FKUB mengetahui siapa oknum baik aparat keamanan, masyarakat sipil maupun ASN yang terlibat dengan praktek ini kami tahu karena kami pemimpin umat dan FKUB itu terdiri dari 4 di Kabupaten ini, FKUB ingatkan lewat deklarasi hari ini semua harus bertanggungjawab.

“untuk rekomendasi ke Empat Nyaman artinya masih ada kaitannya dengan poin kedua bagaimana untuk menjaga keamanan, pihaknya juga akan mengawal rekomendasi ini dan akan dilanjutkan ke pihak terkait DPRD, Polres Jayawijaya dan Kodim 1702/ Jayawijaya, ketika elemen ini tak bisa memberikan rasa aman maka semua elemen akan bersatu untuk mengambil langkah kongkrit,”tegasnya. (jo)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: POLDADPRD

Recent Posts

Dari Kopra hingga Udang Laut, Sarmi Diproyeksi Jadi Kekuatan Ekonomi Pesisir Papua

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, meminta masyarakat terus mengembangkan potensi lokal, khususnya sektor perkebunan kelapa,…

37 minutes ago

Polda Papua Mulai Mitigasi Konflik Horizontal di Woma

Dalam rapat tersebut disepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya penambahan personel pengamanan, pelibatan tokoh gereja…

2 hours ago

Penanganan Kasus BBM Subsidi oleh Gapoktan Dipertanyakan

‘’Sebenarnya apa yang dilakukan oleh Gapoktan tersebut lebih bisa dipertanggung jawabkan ketimbang Pertamini. Pertamini ini…

3 hours ago

Berkas Lengkap, Tersangka Persetubuhan Terhadap Anak Dilimpahkan ke Jaksa

Penyerahan tersangka bersama barang bukti ke Kejaksaan Negeri Merauke untuk proses selanjutnya, setelah berita acara…

4 hours ago

Bulan Ini, Pelanggan PDAM Tanah Miring dan Semangga Mulai Bayar

Bambang Setiaji mengungkapkan bahwa jumlah pelanggan PDAM untuk Kawasan Tanah Miring dan Semangga Merauke tersebut…

5 hours ago

Aliansi Petani di Merauke Ancam Akan Gelar Aksi Demo Besar-Besaran

Aksi demo damai besar-besaran ini, lanjut Aloysius Dumatubun terkait dengan proses hukum terhadap pengurus Gapoktan…

6 hours ago