

dr. Nevile R. Muskita (FOTO: Sulo/Cepos)
MERAUKE–Tuntutan ganti rugi atas tanah ulayat pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Boepe di Kampung Boepe, Distrik Kaptel, Kabupaten Merauke yang berbuntut pemalangan Pustu tersebut, akhirnya diselesaikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, dr. Nevile R. Muskita, saat dihubungi media ini mengungkapkan, pemalangan Pustu Boepe yang baru selesai dibangun tahun 2021 lalu sudah diselesaikan. ‘’Kami baru selesaikan hari ini,’’ kata Nevile R. Muskita.
Penyelesaian tersebut, lanjutnya, dilakukan dengan membayar ganti rugi tanah ulayat sesuai kesepakatan yang dilakukan oleh pihak distrik dan Kepala Puskesmas Kaptel dengan pemilik tanah ulayat sebesar Rp 35 juta.
Dengan penyelesaian ganti rugi tersebut, jelas Nevile maka pimilik hak ulayat berkewajiban untuk membuka kembali palang Pustu itu . ‘’Pemilik hak ulayat yang akan buka kembali palang tersebut,’’jelasnya.
Dengan begitu, lanjutnya bangunan Pustu yang selesai dibangun tersebut sudah bisa dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di bidang kesehatan. Sebagaimana diketahui, pemalangan Pustu Boepe yang baru selesai dibangun itu dilakukan masyarakat pemilik hak ulayat pada 6 Juni 2022 lalu. Tanah untuk membangun Pustu tersebut dengan luas 50 meterx 50 meter. (ulo/tho)
Festival Danau Sentani (FDS) XV tidak hanya menjadi panggung seni dan budaya, tetapi juga membuka…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga mengatakan, insiden tersebut bermula dari ulah seorang oknum warga setempat…
Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya kembali bergerak menangani dampak bencana hujan es yang melanda masyarakat di…
Razia tersebut menyasar tiga tempat hiburan malam, yakni Cafe/Bar D'Sultan, Blue Angles dan Cloud9. Kegiatan…
Kenaikan grafik kemiskinan tersebut tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan Jayapura, melainkan menggambarkan…
Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jayapura juga meluruskan anggapan umum mengenai penetapan kategori Desil dalam…