

Jenazah ABK KM Juneyao Maru V Fernando Sipayung yang berhasil ditemukan saat dievaluasi dari tempat lokasi penemuan ke Kamar Mayat RSUD Merauke, Rabu, (18/5), kemarin. (FOTO: Humas SAR Merauke for Cepos)
MERAUKE-Anak Buah Kapal (ABK) KM Juneyao Maru V, bernama Fernando Sipayung yang dilaporkan jatuh dari kapal dan hilang tenggelam di sekitar Muara Kali Maro Merauke, Senin (16/5) pagi sekitar pukul 04.00, akhirnya berhasil ditemukan, Tim SAR gabungan, sekitar pukul 15.20 WIT, Rabu (18/5).
Humas SAR Merauke, Darmawan mengungkapkan, penemuan jenazah korban ini bermula ketika satu jam sebelumnya Tim SAR gabungan mendapat informasi dari seorang warga bernama Paskalis yang menyampaikan bahwa istrinya yang sedang mencari ikan di pesisir pantai melihat sesosok tubuh tergeletak di pinggir pantai Lampu Satu dekat dengan Muara Sungai Maro.
Penemuan inilah yang kemudian dilaporkan dan segera direspon oleh tim SAR darat yang segera menuju ke lokasi temuan. Jarak dari titik awal kejadian sekitar 2,7 KM ke arah Barat Daya. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.
“Proses evakuasinya cukup memakan waktu karena medan yang harus ditempuh hanya bisa dengan berjalan kaki menerobos hutan bakau yang cukup rapat. Pada saat yang bersamaan, air sudah mulai pasang sehingga tim harus melewati medan berlumpur dan cukup menguras tenaga,” katanya.
Suroso, seorang personel Basarnas Merauke yang pertama kali tiba di lokasi kejadian menceritakan bahwa ia bersama dengan seorang personel Satrol Lantamal XI Merauke harus menyeberang sebuah kali kecil agar bisa menjangkau korban. Baru kemudian korban bisa dimasukkan ke dalam kantung jenazah dan kemudian dievakuasi ke tepi jalan raya bersama-sama dengan warga yang sedang mencari ikan di sekitar lokasi tersebut.
“Tidak bosan-bosannya kami selalu mengingatkan kepada semua warga yang beraktivitas di atas air untuk selalu mempergunakan alat keselamatan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan” tegas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke, Supriyanto Ridwan,S.E yang ditemui di tempat terpisah.
Pada pukul 16.00 WIT, jenazah Fernando diserahterimakan kepada pihak KM. Juneyao Maru V di kamar jenasah RSUD Merauke, kemudian dilakukan debreefing seluruh unsur yang terlibat untuk mengakhiri pelaksanaan operasi SAR tersebut.(ulo/tho)
Pernyataan itu disampaikan Theo menyusul tewasnya delapan pendulang emas ilegal di Distrik Korowai yang diduga…
Warga di wilayah Korowai dilaporkan mengungsi ke hutan menyusul operasi gabungan TNI-Polri pasca pembunuhan delapan…
–Aparat gabungan TNI/Polri mengevakuasi sebanyak 44 pendulang emas yang berhasil menyelamatkan diri usai diserang kelompok…
Selain menanggapi ancaman KKB, Yusuf juga menjelaskan perkembangan proses evakuasi para pendulang emas yang menjadi…
Wakil Mentri Dalam Dr.Ribka Haluk, S.Sos, M.M menyatakan sejak awal pihaknya sudah mengikuti apa yang…
Pemerintah Kota Jayapura di bawah kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo didampingi Wakil Wali Kota Rustan…