

Jembatan Netto yang sempat dipalang oleh warga, sebagai bentuk protes setelah mengetahui tak ada anak Salor yang lolos dalam tes CPNS Senin (16/12) kemarin. Aksi pemalangan jembatan ini tak lama dibuka kembali lantaran akses ke daerah lain ikut terganggu. (FOTO: Ist/Cepos)
MERAUKE– Diduga sebagai bentuk kekecewaan karena tidak ada satupun anak-anak dari Salor yang lulus dalam Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) membuat warga melakukan pemalangan terhadap jembatan Netto, yang merupakan penghubung darat antara Distrik Kurik dengan Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Senin (16/12).
Pemalangan dilakukan dengan menaruh pohon bambu dan daun kelapa muda yang selama ini digunakan sebagai salah satu bahan dalam simbol adat Marind di Merauke. Namun pemalangan ini tidka berlangsung lama, karena Kapolsek Kurik dan jajarannya langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pendekatan dan negosiasi dengan masyarakat.
Pj Gubernur Papua Selatan Komjen Polisi (Purn) Rudy Sufahriadi, kepada wartawan, mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan mediasi karena jembatan tersebut merupakan jalan umum.
‘’Siapapun yang menutup jalan umum, pasti kita buka. Tidak boleh apapun resikonya. Dan itu tugas kepolisian. Nanti saya sampaikan ke kepolisian supaya melakukan mediasi. Kalau bisa diimbau itu akan sangat baik, tapi kalau tidak bisa maka diambil tindakan kepolisian,’’ tandasnya.
Wakapolres Merauke Kompok Dian Novita Piterz, SIK, mengatakan, pemalangan itu dilakukan masyarakat karena diduga warga tidak puas akibat tidak ada peserta dari Salor yang lolos SKD CPNS Pemprov Papua Selatan.
‘’Tapi sebenarnya tidak ada kaitannya dengan pemalangan. Karena seleksi CPNS itu tidak melihat asal usulnya dia dari kampung atau distrik mana. Dan itu yang menentukan kelulusan dari peserta sendiri,’’ katanya.
Namun begitu, pemalangan jembatan itu sudah dibuka setelah Kapolsek Kurik bersama anggotanya turun ke lapangan dan lakukan pendekatan dengan warga yang melakukan pemalangan.
‘‘Disampaikan bahwa kalau menganggu kepentingan umum maka kami dari kepolisian turun tangan. Kalau memang mau audiensi terkait dengan CPNS maka silakan melalui jalurnya masing-masing,’’ terangnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
arga penjualan minyak tanah (Mitan) bersubsidi di tingkat pengecer pada pasaran Wamena semakin meninggi. Sebab…
Aksi pencurian dengan kekerasan kembali terjadi di Jayawijaya kembali terjadi. Kali ini tepatnya di Kampung…
Saat di RSUD Merauke tersebut, para direktur utama rumah sakit tersebut didampingi Kepala Dinas Kesehatan…
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan BMKG, sejak pukul 13.00 WIT, hujan dengan intensitas sedang hingga…
Tak hanya di tingkat OPD, rendahnya partisipasi juga terjadi di jajaran wilayah. Dari lima kepala…
Penangguhan ini memicu kekhawatiran atas keberlangsungan distribusi nutrisi bagi masyarakat di wilayah tersebut. Krisis operasional…