Categories: MERAUKE

Ineki Munara Wampasi untuk Penggalangan Dana Pembangunan Gereja

JAYAPURA-Penggalangan dana untuk mendukung pembangunan kantor gereja, Jemaat GKI Irene Nyambarai, gedung sekolah minggu, Jemat GKI Irene Nyambarai  dan Gereja Reformasi Marthen Luther Nyambarai, Klasis Supiori Selatan, Kabupaten  Supiori, dilakukan dalam bentuk  Ineki Munara Wampasi (IMW)  atau  pesta massal menangkap ikan ketika air surut besar tiba.

Kegiatan ini dihadiri sekira 2.800 orang lebih ini dibuka oleh Kepala Distrik Kepulauan Aruri, Paulus Rumbekwan, SE, M.Si, Sabtu (16/7) .

Ketua Panitia Ineki Munara Wampasi, Ken Piter Korwa mengungkapkan, kegiatan ini diharapkan Bupati Supiori bisa hadir, namun hanya diwakili Kadistrik Kepulauan Aruri sehingga masyarakat cukup kecewa atas ketidak hadiran bupati, padahal ini acara yang sangat penting sekali.

Diakui, Munara Wampasi adalah pesta massal menangkap ikan ketika air surut besar tiba yang disebut Wampasi dengan pemasangan bentangan pukat 7,5 kilo meter.

Munara Wampasi adalah kegiatan iman, berdasarkan hasil rapat majelis jemaat dan rapat pembentukan panitia pelaksana Munara Wampasi yang dilaksanakan pada 28 Maret 2022. Kemudian diikuti dengan Sasi Laut  pada 10 April 2022,  warga jemaat dilarang mencari ikan atau melakukan aktivitas apapun di daerah yang diberi tanda larangan. 3 bulan dijaga  agar mendapatkan hasil pada pelaksanaan IMW pada 16 Juli 2021.

Jemaat terus melakukan berbagai persiapan dalam rangka menggalang dana bagi 3 bangunan yang menjadi dasar kegiatan IMW. Adapun persiapan penggalangan dana yang disiapkan adalah pembuatan alat tangkap yaitu jaring, pembuatan pondok utama dan pondok jualan,  pembuatan perahu Mansusu ( perahu perang  adat orang Biak).

  Sementara itu, wewakili Bupati Supiori, Kepala Distrik Kepulauan Aruri, Paulus Rumbekwan SE, M.Si mengatkan, Pemkab Supiori sangat mendukung kegiatan ini, karena ini untuk mempertahankan dan melesetarikan kearifan lokal.

“Ini adalah momen sangat luar biasa. Pelaksanaan wampasi ini juga sebagai wujud pertolongan Tuhan, inilah budaya kami, kearifan lokal yang harus dikembangkan, patut diangkat untuk mewujudkan pembangunan,”jelasnya.

Ditambahkan, Kampung Ineke ini harus bisa terus berkembang seperti kampung lain, supaya ada kemajuan dari desa tertinggal menjadi desa berkembang. Dengan pembangunan gereja tentu ini untuk meningkatkan pembangunan rohani, keimanan kepada Tuhan.(dil/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PAPUA

Recent Posts

Pembangunan Sekolah Rakyat di Biak Resmi Dimulai

Pembangunan Sekolah Rakyat yang akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas ini dianggarakan melalui i APBN dengan…

37 minutes ago

BTM: Pembangunan Sejatinya Bisa Menjaga Jati Diri dan Budaya

Benhur Tomi Mano, MM (BTM) menegaskan bahwa pembangunan sejati tidak hanya diukur dari berdirinya gedung…

1 hour ago

Tahapan Seleksi Sekda Definitif Papua Pegunungan Tunggu SK dari Presiden

PJ Sekda Provinsi Papua Pegunungan Drs. Wasuok Demianus Siep menyatakan untuk jabatan Sekda Papua Pegunungan…

2 hours ago

Ratusan Warga Sambut Kunjungan Gubernur Apolo Safanpo di Warse dengan Perahu Tradisional

Pantauan di lokasi, sejak pagi ratusan warga mendayung perahu tradisional untuk menjemput speedboat yang ditumpangi…

3 hours ago

Gubernur Berharap Asrama SMAK Asmat Jadi Tempat Pendidikan Budi Pekerti

Gubernur  Apolo mengatakan kehadiran asrama diharapkan tidak hanya mendukung proses belajar mengajar, tetapi juga menjadi…

4 hours ago

Pemkab Biak Numfor dan Supiori Diminta Usulkan Tambahan Kuoata

Selain melihat dari dekat antrian kendaraan, Marthinus Pasang juga menemui pengelola SPBU dan pihak  Rayon…

5 hours ago