

Siswa-siswi TK dan SD menggambar dan mewarnai yang diangkat dari cerita-cerita rakyat pada festival Amba Mbembe di Monumen Kapsul Waktu Merauke, Kamis (15/5) kemarin. (foto: Sulo/Cepos)
MERAUKE– Dalam rangka menggali potensi cerita rakyat yang ada di Papua Selatan, Sanggar Chapung Art kerja sama dengan pemerintah menggelar festival Amba Mbembe di Monumen Kapsul Waktu Merauke, Kamis (15/5).
Ketua Sanggar Chapung Art Selsius Djunianto Naraha yang akrab disapa Chapung disela-sela kegiatan tersebut, mengungkapkan, Festival Amba Mbembe ini digelar selama 3 hari dalam rangka menggali dan mengangkat potensi lokal terkait dengan cerita rakyat.
‘’Kami dari Sanggar Chapung Art mengangkat festival ini mencoba berpikir secara realita yang ada bahwa cerita rakyat yang ada di Papua Selatan itu ada. Cerita rakyat ini penuh dengan pesan moril,’’ kata Selsius.
Namun yang terjadi, lanjut dia, justru masyarakat di Papua Selatan khususnya Merauke lebih banyak mengetahui cerita rakyat dari luar Merauke ketimbang cerita rakyat yang ada di Papua Selatan khususnya Merauke.
Page: 1 2
Penyelesaian kasus tersebut sebelumnya telah di mediasi oleh polres Jayawijaya, namun tak mendapatkan titik temu…
Penetapan tersebut merupakan hasil pembahasan antara Bapenda dan Bupati Jayapura, yang sebelumnya telah disepakati dan…
Sekolah rakyat terintegrasi 77 Merauke yang menempati sebagian dari gedung SMKN 2 Merauke di Jalan…
Menurutnya, masih banyak masyarakat di wilayah pedalaman yang hidup jauh dari pusat pemerintahan dan belum…
Kedua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial DI (38) dan A (28). Penangkapan ini merupakan tindak…
Bupati Yunus Wonda mengatakan, rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah awal dukungan bersama antara Pemerintah…