‘’Sangat miris kalua kita lebih banyak mengetahui cerita rakyat dari luar Merauke ketimbang yang ada di daerah kita. Itu yang mendorong kami untuk melaksanakan festival dengan nama Amba Mbembe ini,’’ jelasnya.
Karena itu, pihaknya mencoba mengangkat kembali kearifan lokal agar generasi kedepan tidak kehilangan identitas, mengetahui cerita-cerita rakyat yang ada di Papua Selatan khususnya Merauke yang sarat dengan pesan-pesan moril.
Menurutnya, sebelum menggelar festival ini pihaknya telah melakukan riset, mengumpulkan karya-karya atau cerita-cerita masyarakat lokal yang ada di Merauke, kemudian dikemas dalam kegiatan tersebut yang pada akhirnya dapat menghasilkan sebuah karya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…
Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…
Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…
Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…
Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…
Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…