‘’Sangat miris kalua kita lebih banyak mengetahui cerita rakyat dari luar Merauke ketimbang yang ada di daerah kita. Itu yang mendorong kami untuk melaksanakan festival dengan nama Amba Mbembe ini,’’ jelasnya.
Karena itu, pihaknya mencoba mengangkat kembali kearifan lokal agar generasi kedepan tidak kehilangan identitas, mengetahui cerita-cerita rakyat yang ada di Papua Selatan khususnya Merauke yang sarat dengan pesan-pesan moril.
Menurutnya, sebelum menggelar festival ini pihaknya telah melakukan riset, mengumpulkan karya-karya atau cerita-cerita masyarakat lokal yang ada di Merauke, kemudian dikemas dalam kegiatan tersebut yang pada akhirnya dapat menghasilkan sebuah karya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Di balik lembaran berkas perkara yang menumpuk, ada kisah-kisah pilu tentang biduk rumah tangga yang…
Kepolisian Resor (Polres) Mimika tengah menyelidiki kasus penganiayaan berat yang menimpa seorang petugas keamanan swasta…
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua selaku Kepala Operasi (Kaops) Sikat Cartenz 2026, Kombes Pol…
elayanan kesehatan di daerah pedalaman Mimika masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan fasilitas dan kebijakan…
Pertemuan tersebut membahas rencana pembukaan dan pengembangan lahan pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan…
Kepala SMA Negeri 1 Sentani, Kelasina Yanggroseray, meminta para orang tua siswa memahami keterbatasan daya…