

Ketua Baznas Kabupaten Merauke bersama pengurus lainnya saat menyerahkan bantuan pendidian Baznas tahun 2022 sebesar Rp 32 juta secara simbolis kepada para penerima, Rabu, (16/3), kemarin.(FOTO: Sulo/Cepos)
MERAUKE Dalam rangka meningkatkan kapasitas bagi pengelola amil zakat, maka Badan Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Merauke menggelar rapat kerja daerah sehari, dibuka Asisten I Sekda Kabupaten Merauke, Sunarjo, S.Sos, Rabu, (16/3), kemarin.
Ketua Baznas Kabupaten Merauke H. Syamsul Qomar kepada wartawan mengungkapkan, melalui Rakerda Baznas ini, pihaknya ingin meningkatkan kapasitas dari para pengelola zakat ini.
‘’Lewat Rakerda ini, kita ingin meningkatkan kapasitas teman-teman, meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan zakat ini,’’ kata mantan anggota DPRD Merauke periode 2004-2009 ini. Menurut Syamsul Qomar, zakat yang dikumpulkan tersebut tidak hanya zakat daerah, tapi juga dari satuan unit kerja yang ada di daerah-daerah.
‘’Karena kita ketahui bersama bahwa dari sekian masjid itu, tidak semua tersentuh dari Baznas ini. Oleh karena itu, pada hari ini kita undang mereka. Artinya mereka yang sudah terbentuk, yang ada kegiatannnya dan mereka yang sama sekali belum terbentuk dan belum kegiatan. Lewat kegiatan hari ini, kita akan berikan arahan terkait dengan regulasi, pemahaman dari segi pengelolaan dan pendistribusian dan sebagianya sehingga pemahaman mereka sama,’’ katanya.
Pada kesempatan tersebut, Syamsul Qomar menyoroti bantuan hibah yang diberikan pemerintah untuk operasional Baznas Kabupaten Merauke yang menurutnya masih kecil yakni tahun lalu hanya Rp 50 juta.
Padahal menurutnya, ini bukan lembaga swadaya masyarakat tapi lembaga pemerintah yang menurutnya, UU-nya sudah ada yang mengatur pemberian dana hibah untuk operasional Baznas. Terkait dengan pengelolaan dana Baznas Kabupaten Merauke, Syamsul Qomar mengakatan bahwa pihaknya sudah punya program untuk penyaluran Baznas tersebut.
‘’Untuk tahun 2022 ini sudah hampir Rp 200 juta kita salurkan. Diantaranya dana pendidikan, penyaliuran bantuan kepada sekitar 20 pedagang cilok di depan kantor bupati, tukang zol sepatu, jamu keliling dan sebagainya,”pungkasnya.(ulo/tho)
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…
Namun bagi jemaat GKI Pengharapan, persoalan itu jauh lebih dalam daripada sekadar soal tanah dan…