Hanya saja, lanjut Leo Patria Mogot, harus dilakukan perhitungan ulang terkait struktur bangunan itu, diantaranya umur bangunan sesuai dengan dokumen perencanaan.
‘’Nah, dokumen perencanaannya itu yang kita belum tahu dimana, dan siapa yang mengerjakan kalah itu. Yang jelas perencanaan bangunan itu bukan dari kita,’’ terangnya.
Namun demikian, lanjut Leo Patria Mogot, salah satu rekomendasi yang diberikan agar bangunan khususnya untuk lantai dua agar dikosongkan atau tidak diisi warga binaan.
‘’Tapi kalau dengan alasan Lapas Merauke over kapasitas saat ini, maka kalaupun diisi khususnya lantai dua itu jangan full tapi setengah saja. Takutnya gagal struktur. Yang jelas rekomendasi kita jangan diisi penuh dari kapasitas muatan bangunan itu,’’ tambahnya.
Seharusnya, kata Leo Patria Mogot, uji kekuatan bangunan itu dilakukan sejak awal setelah bangunan itu selesai dibangun. ‘’Seharusnya setelah bangunan itu selesai, seharusnya dilakukan uji kekuatan. Tapi, apakah itu sudah dilakukan kalah itu, kami juga tidak tahu,’’ tandasnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Pegunungan mendorong penyelenggaraan pekan olahraga daerah atau Porda guna…
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Papua, Arya Sinulingga, akan melakukan koordinasi dengan pengurus PSSI Papua…
Presiden Direktur NCK, Owen Rahadiyan, mengaku puas terhadap perkembangan permainan tim selama masa pemusatan latihan…
- Sebanyak 89 crosser akan saling adu kecepatan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Grasstrack Region VI,…
Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…
Merespon terkait dengan kasus tersebut, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…