Categories: MERAUKE

JGG: Kenapa Bidikannya Hanya PT Harvest Pulus Papua

MERAUKE- Tokoh Selatan Papua, Drs. Johanes Gluba Gebze angkat bicara terkait kesepakatan yang dituangkan dalam rapat yang digelar oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merauke dengan sejumlah OPD terkait dan perwakilan masyarakay SP 2 Semangga yang mengajukan ke bupati penutupan atau relokasi PT Harvest Pulus Papua (HPP).

Bupati Merauke 2 periode tersebut  menilai, peternakan ayam yang ada di SP 2 Semangga tidak hanya HPP tapi  ada sejumlah peternakan lainnya. ‘’Ada  beberapa usaha telur di situ. Tapi pertanyaannya, mengapa bidikannya lebih pada Harvest. Ini  jadi pertanyaan. Mereka nanti jawab,’’tandas JGG panggilan akrabnya kepada wartawan seusai bertemu dengan pihak Dinas Peternakan Kabupaten Merauke, Selasa (16/2).  

Johanes Gluba Gebze mengungkapkan, untuk menutup atau merelokasi peternakan itu  tidak segampang yang diucapkan. Sebab,  berkaitan dengan stakeholder lainnya dalam hal ini Dinas Peternakan.

‘’Karena itu kajiannya harus holistik. Tidak bisa salah satu OPD yang selevel dengan dia bisa bertindak seakan-akan superbodi organisasi di pemerintah daerah. Tidak boleh. Mari kita alirkan kebijakan dari hati ke hati. Kita  bicara. Jadi kita hadir bukan menghukum tapi memberikan ruang untuk bertumbuh dan berkembang,’’ tandasnya.

Apalagi, lanjut JGG, bahwa PT Harvest Pulus Papua merupakan pioner  peternakan di Kabupaten Merauke  yang membuat  Merauke saat ini menjadi swasembada telur ayam, sehingga merupakan aset yang harus dipertahankan. 

Ditanya lebih jauh apakah terkait dengan masalah persaingan usaha atau murni karena masalah limbah  udara,  JGG  menjelaskan bahwa jika masalah limbah mengapa peternak lain tidak diusik. 

‘’Dari situ kita bisa tarik garis merah. Kompetisi itu boleh, tapi  tidak boleh dengan memanfaatkan pihak kekuasaan untuk menggusur yang lain. Tidak boleh dan itu tidak bijaksana,’’ terangnya. Karena itu, ia mengajak untuk   saling  mendukung dan memberi ruang.

‘’Karena  usaha manusia itu bukan usaha malaikat. Usaha    manusia ada titipan kodrati. Makanya ada aspek teknis dari dinas masing-masihg. Silakan untuk dikawal. Kalau mau tingkatkan dari 10.000 maka konsekuensinya apa. Konsekuensinya itu tidak bisa berarti masih ada beberapa catatan solusi yang harus dibackup. Tugas kita dari perangkat daerah adalah membakup bukan untuk menghukum,’’tandasnya.  (ulo/tho)   

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKE

Recent Posts

Pemprov Papua Siapkan Mudik Gratis Nataru

   Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…

10 minutes ago

Presiden Harus Bersikap Setelah Gereja Beri Sinyal

Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…

40 minutes ago

Bangunan Pasar di Perbatasan RI-PNG Mulai Rusak, PAD Tak Maksimal

   Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…

1 hour ago

Prabowo Persilakan KPK Periksa Menterinya

Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…

2 hours ago

Selesaikan Konflik, Pimpinan Daerah Diminta Rangkul Semua Pihak

Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…

2 hours ago

Uncen Berduka, Jangan Ada Palang Memalang

Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…

3 hours ago