Categories: MERAUKE

PT GPA Diminta Daftarkan Kendaraannya di Merauke

MERAUKE– Kepala UPTD Samsat Merauke Kayafas Simbilep, SH, mengatakan, jika pilihaknya telah meminta kepada PT Global Papua Abadi (GPA), perusahaan yang bergerak di bidang penanaman tebu dan industry gula dan etanol di Merauke untuk mendaftarkan kendaraan yang masuk dan beroperasi di Merauke maupun di dalam area perusahaan.

‘’Kami sudah meminta kepada PT GPA, agar kendaraan perusahaan yang didatangkan ke Merauke untuk didaftarkan di Merauke. Jangan lagi di daftarkan di Jakarta,’’ kata Kayafas Simbilep ditemui di ruang kerjanya, Jumat (10/10).

Kayafas Simbilep menjelaskan, perusahaan multi nasional tersebut saat ini memiliki sekitar 200 mobil tronton namun seluruhnya didaftarkan di Jakarta. Sehingga meminta kepada pihak perusahaan untuk belanja alat berat atau kendaraan berikutnya agar didaftarkan di Merauke. Tidka lagi di Jakarta.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Gencarkan Pemetaan JABI, Masyarakat Diminta Tidak Lepasliarkan Ikan Asing

Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…

10 hours ago

Tiga Penyakit Mematikan Ancam Warga Papua

Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…

14 hours ago

Ratusan Bangunan dan Kendaraan Terbakar

   Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…

15 hours ago

17 Tersangka Diproses, 2 Lainnya Diselesaikan Lewat RJ

Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…

16 hours ago

TNI Bantah Terlibat Ledakan di Halaman Gereja

Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…

17 hours ago

Bupati Intan Jaya Minta TNI/Polri dan TPNPB Tidak Korbankan Warga Sipil

Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…

18 hours ago