Sementara itu dua dari lima lapak yang ada di depan SMP dan SMA YPK Merauke ditertibkan oleh pemiliknya sendiri dengan cara membongkar lapak-lapak tersebut. Pembongkaran 2 lapak itu dilakukan Kamis malam dan Jumat (11/10) pagi.
Yanti, salah satu pemilik Lapak itu mengaku telah membongkar Lapaknya dari Kamis malam sampai Jumat (11/10) dinihari sekitar pukul 02.00 WIT. ‘’Kami melakukan pembongkaran dari tadi malam sampai Jumat dinihari sekitar pukul 02.00 WIT,’’ kata Yanti.
Yanti mengaku memilih membongkar lapak miliknya tersebut dari pada dikejar-kejar oleh Satpol PP Kabupaten Merauke. ‘’Dari para tiap hari dari di kasih tahu, lebih baik saya memilih bongkar. Apalagi memang sudah dideadline sampai Jumat hari ini,’’ katanya.
Yanti menjelaskan dirinya memilih pindah di jalan yang sama yakni Jalan Brawijaya di samping eks Sekretariat DPC PDI-P. Yanti mengaku menyewa bangunan tersebut Rp 2 juta setiap bulannya. Selain menjual berbagai aksesoris Papua, juga akan menjual papeda. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Meski sama-sama gagal melangkah ke final, duel ini diprediksi tetap berlangsung sengit. Prancis ingin menutup…
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengingatkan Pemerintah Provinsi Papua Selatan agar mengoptimalkan penggunaan…
Aksi ini dilakukan pasca-sidang lanjutan gugatan terhadap Bupati Merauke terkait rencana pembangunan jalan akses…
Sejumlah pejabat teras Polri turut mendampingi Fadil, di antaranya Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol.…
Menurut Setyo, pendekatan pencegahan menjadi prioritas utama karena dinilai lebih efektif dalam membangun tata…
Kepala Karantina Papua Tengah Anton Panji Mahendra mengatakan, pengawasan dilakukan sebagai bagian dari tugas Barantin…