

MERAUKE- Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh YW terhadap istrinya bernama Priscilia Paliama yang berujung maut, ternyata hanya karena pelaku ditegur oleh istrinya yang pulang larut malam saat kejadian tersebut.
‘’Pelaku sudah kita periksa. Dari pemeriksaan terhadap pelaku itu, diketahui bahwa kasus penganiayaan yang dilakukan pelaku karena korban menegur pelaku yang pulang larut malam. Karena ditegur, kemudian terjadi keributan,’’ kata Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kasat Reskrim AKP Najamuddin, MH, saat ditemui kemarin.
Pada malam kejadian itu, lanjut Kasat Reskrim, pelaku pulang ke rumah sekitar pukul 00.30 WIT. Selain itu, lanjutnya, dari pemeriksaan terhadap anak korban sebagai saksi, terungkap bahwa pelaku juga sering memukul anak-anak mereka, baik yang laki-laki maupun perempuan.
Atas perbuatannya itu, pelaku dijerat Pasal 44 ayat (3) UU RI Nomor 23 tahun 2004 tentang KDRT dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kasus penganiayaan ini dilakukan YW di rumahnya, di Kelurahan Karang Indah, Merauke pada Selasa (24/5) dinihari sekitar pukul 01.30 WIT.
Dimana pelaku melakukan kekerasan dalam rumah tangga dengan cara menendang korban sebanyak 4 kali dan kena di bagian perut 2 kali dan dada 2 kali, mengakibatkan korban sesak napas, pingsan, kejang-kejang dan meninggal dunia. Pelaku yang telah dikaruniai 7 anak dengan korban tersebut sempat memilih kabur, namun pada akhirnya menyerahkan diri. (ulo/tho)
Kanit Reskrim Polsek Tembagapura Ipda Akhmad Yudha Wiratama mewakili Kapolres Mimika AKBP Alfredo Rumbiak menyatakan,…
Mantan pelatih PSIS Semarang itu juga membeberkan kondisi pemainnya. Ia menilai Boaz Solossa dan kawan-kawan…
"Peristiwa kebakaran di kawasan Mandala Pantai menunjukkan bahwa mitigasi kebakaran di Kota Jayapura perlu dikaitkan…
Namun bagaimana jika makan gratis ini justru diperuntukkan bagi masyarakat umum dan itu di Papua.…
Kotak-kotak sumbangan di pinggir jalan kembali menjadi pemandangan yang cukup mudah ditemui di sejumlah ruas…
Tanah adat bukan sekadar sebidang lahan. Bagi masyarakat adat, tanah merupakan warisan, identitas, sekaligus aset…