

Sarko, S.HI, MH, (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE – Sebanyak tahun 2025, tercatat 401 pasangan suami istri di Merauke menjadi duda dan janda setelah perkara perceraiannya diputus oleh Pengadilan Agama Merauke.
‘’Sepanjang 2025, tercatat 401 perkara gugatan cerai berhasil diputus oleh Pengadilan Agama Merauke,’’ kata Panitera Pengadilan Agama Merauke Sarko, S.HI, MH, mewakili Ketua Pengadilan Agama Merauke, ditemui media ini, Jumat (9/1).
Sarko menjelaskan, sepanjang 2025 tercatat 379 perkara perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama Merauke. Jumlah ini bertambah 6 perkara dibandingkan tahun 2024 lalu yang jumlahnya 373 perkara.
‘’Ditahun 2025 itu, kita ada tunggakan perkara dari tahun 2024 yang kita proses dan sidangkan di tahun 2025 sehingga jumlah perkara kita putus menjadi 401 perkara. Sedangkan yang tersisa di tahun 2025 sebanyak 2 perkara,’’ jelasnya
Sarko mengungkapkan, penyebab terjadinya gugatan perceraian itu karena adanya pertengkaran secara terus menerus dalam rumah tangga yang disebabkan beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya masalah ekonomi, judi online dan pihak ketiga lewat media sosial.
‘’Masalah ekonomi diantaranya pihak laki-laki tidak bertanggung jawab terhadap keluarga yang berujung terhadap gugatan perceraian,’’ terangnya.
Diakui Sarko, sebagian besar gugatan perceraian diajukan oleh pihak perempuan, yang merasa tidak mampu lagi mempertahankan rumah tangganya.
‘’Kalau dilihat dari umur perkawinan, untuk usia yang berperkara rata-rata antara usia 20-35 tahun. Ada juga yang memiliki diatas usia tersebut, tapi dari perkara yang masuk ini kebanyakan usia 20-35 tahun,’’ terangnya.
Page: 1 2
Namun, Neeltje bukan sekadar anggota Paskibraka. Pada puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia…
Pesan tersebut disampaikan Deputi Bidang Penjaminan Mutu Pengembangan Kapasitas dan Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi…
“Saat datang, Mendagri kasih waktu pengerjaan dua minggu dan paling lambat satu bulan. Namun…
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, bersama Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Provinsi Papua, Susana…
Menurutnya, perhatian khusus perlu diberikan kepada OPD yang menjalankan pelayanan publik secara langsung. “Program-program…
Anggota DPRK Kota Jayapura, Barend Bartolomeus Taniauw atau akrab disapa Barto, mendorong Pemerintah Kota Jayapura…