Categories: MERAUKE

Kadispora Papua Selatan Akui Dipemeriksa di Polda Papua

MERAUKE – Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga,  Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Selatan Soleman Jambormias angkat bicara terait dengan pemeriksaan dirinya oleh Tim Tipikor Polda Papua. Kepada wartawan di Merauke,  Soleman Jambormias  mengatakan bahwa siappun ketika melaksanakan dan keuangan negara suatu ketika diperiksa.

‘’Kenapa  PON itu kita diperiksa. Karena  ada  lapran dari masyarakat bahwa dana PON itu Rp 21 miliar. Ini laporan  yang fiktif. Yang benar itu  kita punya Rp 14,5 miliar terdiri dari Rp 6 miliar lebih  dibagi ke cabor-cabor. Lalu sisa Rp 8,5 itu ke PON, sehingga kita diperiksa,’’ kata Soleman Jambormias  di Merauke, Sabtu (9/11) kemarin.      

Lalu kedua, lanjut dia, ada laporan bahwa Pra PON sepak bola dan bola kaki  di Timika sebesar Rp 5 miliar. Tapi yang benar adalah Rp 2,8  miliar. ‘’Lalu Peparnas. Ada laporan di atas Rp 5 miliar. Yang benar kita terima Rp 5 miliar. Dan saya kasih conton untuk Peparnas, kita kasih ke atlet Rp 25 juta perorangan. Itu saja, sudah  Rpo 1 miliar. Kalau kita bicara penggunaan dana semnua laporan kita jelas. Kalau  kurang-kurang dari cabor itu hal biasa. Dan kita juga diperiksa hal biasa, bukan luar biasa,’’ katanya.    

Apalagi, lanjut Soleman Jambormias, sejumlah kegiatan tersebut sudah berjalan. Kecuali fiktif.   ‘’Fiktif, uangnya cair lalu kegiatannya tidak jalan. Dan saya sebagai ketua KONI dan juga sebagai ketua tim baik di PON, Pra PON dan Peparnas, saya diperiksa karena saya bertanggungjawab.  Tapi pengelolaan anggarannya bukan di saya tapi di bendahara-bendahara. Lalu ada sekretaris-sekretaris yang saya dispo kepada mereka lalu mereka yang akan mendisposisikan ke bendahara dan bendahara yang mengeluarkan dana,’’ jelasnya.

Soleman Jambormias menambahkan, pihaknya  diperiksa, namun tidak pernah dijemput. ‘’Kami ditelpon kemudian  datang dan dimintai klarifikasi.  Jadi kita klarifikasi sesuai dengan pertanyaan kepada kita. Sebenarnya, sesuai aturan tunggu selesai Desember, tapi karena ini ada laporan masyarakat  dan kita dipanggil dan kita datang memenuhi panggilan itu,’’ tambahnya. (ulo/wen)    

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Ancaman Keselamatan Juga Membayangi Warga Sipil Non-Papua

Pernyataan itu disampaikan Theo menyusul tewasnya delapan pendulang emas ilegal di Distrik Korowai yang diduga…

7 hours ago

Komnas HAM Ingatkan Jangan Ada Operasi Tempur di Korowai

Warga di wilayah Korowai dilaporkan mengungsi ke hutan menyusul operasi gabungan TNI-Polri pasca pembunuhan delapan…

8 hours ago

44 Pendulang Dievakuasi

–Aparat gabungan TNI/Polri mengevakuasi sebanyak 44 pendulang emas yang berhasil menyelamatkan diri usai diserang kelompok…

9 hours ago

Pasukan Khusus Diturunkan ke Lokasi Penambangan

Selain menanggapi ancaman KKB, Yusuf juga menjelaskan perkembangan proses evakuasi para pendulang emas yang menjadi…

10 hours ago

Konflik Wouma Berakhir Damai, Dua Kelompok Patah Panah

Wakil Mentri Dalam Dr.Ribka Haluk, S.Sos, M.M menyatakan sejak awal pihaknya sudah mengikuti apa yang…

2 days ago

Pemkot Salurkan 111 Ekor Sapi Kurban

Pemerintah Kota Jayapura di bawah kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo didampingi Wakil Wali Kota Rustan…

2 days ago