Categories: MERAUKE

Pangdam Ajak Prajurit TNI di Selatan Papua Bantu Kesulitan Masyarakat

MERAUKE –  Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Muh. Saleh Mustafa mengajak seluruh prajurit TNI Angkatan Darat yang bertugas di wilayah Selatan Papua baik yang organik maupun yang non organik untuk membantu kesulitan masyarakat.

    ‘’Saya mengajak seluruh prajurit baik yang organik maupun non organik yang bertugas di bagian Selatan Papua, mari kita membantu kesulitan masyarakat. Kita mendukung program pemerintah khususnya ketahanan pangan. Kemudian dalam waktu dekat, DOB bagian ini segera terbentuk. Saya berharap dengan adanya DOB Provinsi Papua Selatan ini memberikan harapan baru bagi masyarakat Papua Selatan khususnya Merauke dan sekitarnya,’’ kata Pangdam kepada wartawan di Merauke, Selasa (11/10).

    Pangdam  Muh. Saleh Mustafa mengunjungi Merauke tersebut setelah menghadiri Festival  Budaya Asmat. Dan menurutnya, kunjungannya ke Merauke untuk melihat sejauh mana peran dari Korem 174/ATW dalam kegiatannya terutama program-program unggulan yang disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat maupun dalam pelaksanaan tugas operasi kekuatan TNI di perbatasan maupun pos-pos lainnya.

Selain itu, sebagai pejabat baru di Papua, kunjungan Pangdam ke Merauke ini juga untuk silaturahmi serta meresmikan gereja GKI di Sota, Distrik Sota Kabupaten Merauke. Selain itu, mengunjungi  prajurit yang melakukan tugas pengamanan perbatasan, melakukan pertemuan dengan prajurit Korem  174/ATW serta silaturahmi dengan para stakoholder  yang ada di Merauke.

Terhadap beberapa kejadian yang dilakukan oknum TNI yang menyakiti hati masyarakat  seperti yang terjadi di Bade, Kabupaten Mappi beberapa waktu, Pangdam  mengaku bahwa peristiwa tersebuut sangat disayangkan.

‘’Saya sudah melibatkan Komnas HAM untuk sama-sama melakukan investigasi terhadap peristiwa tersebut. Tapi upaya-upaya hukum tetap dilakukan. Terhadap pelaku-pelaku yang melakukantindakan kriminal tersebut tetap kita berikan hukuman sesuai dengan pelanggaran pasal-pasal tersebut,”bebernya.

Pangdam juga mengharapkan kejadian  tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi setiap prajurit yang bertugas dimanapun dan tidak boleh terulang lagi. ‘’Saya sampaikan bahwa Pos itu bukan tempat menahan. Pos itu hanya sementara kemudian diserahkan ke kepolisian. Jadi kedepan tidak ada lagi  pos ini digunakan untuk menahan masyarakat,’’ pungkasnya. (ulo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKETNI

Recent Posts

DLHK: Developer Harus Siapkan Tempat Penampungan Sampah!

Berdasarkan data DLHK Kabupaten Jayapura, produksi sampah di daerah tersebut saat ini mencapai sekitar 70…

6 hours ago

Di Doyo, Warga Laporkan Penemuan Benda Mirip Bom

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P Helan, melalui Kasat Reskrim AKP Axel Panggabean, menjelaskan menindaklanjuti laporan…

7 hours ago

Fondasi Jembatan Sawitami 14 Turun, Muatan Kendaraan Dibatasi 5 Ton

Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua-Papua Pegunungan mengeluarkan pemberitahuan kepada seluruh pengguna jalan yang…

8 hours ago

Mama Yasinta Minta Perlindungan ke LPSK

Permohonan tersebut diterima langsung oleh Wakil Ketua LPSK Sri Suparyati, bersama jajarannya untuk selanjutnya dilakukan…

21 hours ago

32 Potongan Tubuh Ditemukan

"Seluruh potongan tubuh yang ditemukan telah dievakuasi dan diserahkan kepada tim identifikasi untuk proses lebih…

22 hours ago

Bukan Bom Tapi Pemukul Lonceng

Ini setelah Ketua Tim Mediasi Penanganan Konflik Bersenjata di Wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah,…

23 hours ago