

Leo Patria Mogot, ST, MT (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Merauke Leo Patria Mogot, ST, MT, menilai masyarakat Kampung Nasem, Distrik Merauke dan Distrik Naukenjerai dinilai masih melanggar kesepakatan yang dilakukan antara Pemerintah Daerah dengan masyarakat setempat.
Perjanjian kesepakatan, kata Leo Patria Mogot, dimana masyarakat berjanji tidak akan menggali lagi pasir di pantai, terutama di pinggir-pingir jalan. Namun kesepakatan tersebut masih dilanggar.
Masyarakat masih melakukan penggalian pasir secara ilegal yang menyebabkan kerusakan alam terutama terjadi abrasi yang sangat tinggi menyebabkan badan jalan tergerus abrasi laut. ‘’Sampai saat ini masyarakat masih melakukan penggalian pasir. Jadi melanggar kesepakatan yang sudah dibuat tahun lalu,’’ kata Leo Patria Mogot.
Hal ini dikatakan Leo Patria Mogot terkait dengan adanya rencana aksi yang akan dilakukan oleh masyarakat dari kampung dan distrik tersebut ke pemerintah karena dinilai kurang memberikan perhatian kepada masyarakat yang tinggal di wilayah itu.
Page: 1 2
Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut, Jumat…
Tim Mutiara Hitam wajib mengamankan tiga poin untuk memutus tren buruk mereka di awal musim…
Penganiayaan tersebut diduga dipicu cekcok antara korban dan pelaku berinisial RM (20) dimana pelaku dan…
Sorotan ini menjadi krusial mengingat posisi geopolitik Pasifik dan sensitivitas isu kedaulatan nasional Indonesia di…
Bertepatan dengan peringatan momen bersejarah Perjanjian Roma, yang jatuh, 30 September setiap tahunnya, pihak KNPB…
Dalam reshuffle kali ini, Prabowo melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. Mereka…