Categories: MERAUKE

PT Elora Papua Abadi Digugat Perdata

MERAUKE-Jika beberapa waktu lalu, pemilik tanah melakukan pemalangan jalan masuk rumah yang dibangun oleh PT Elora Papua Abadi, maka  kali ini perusahaan pengembang tersebut digugat secara perdata oleh Didik Triyono atas nama pribadi.

Kuasa Hukum dari Didik Triyono bernama Evi Ernawati Kristina, SH, kepada wartawan di Pengadilan Negeri Merauke menjelaskan, gugatan sudah didaftarkan dengan nomor perkara 10/PDT.G/2022/PN Mrk.

‘’Klien kami bertindak atas nama pribadi. Karena kerja  sama yang dilakukan itu antara klien kami  Didik Triyono  dengan Direktur PT Leora Abadi dalam hal ini kantor cabangnya ada di Menara Lampu Satu  Kelurahan Samkai Merauke.  Yang kita  gugat secara perdata itu adalah Cabang dari PT Leora Abadi yang ada di Merauke,’’ kata Ebvi Ernawati Kristina.

Dikatakan, dasar gugatan yang diajukan itu awalnya kliennya menjalin kerja sama dengan Direktur PT Elora Papua Abadi  untuk pembangunan perumahan subsidi tipe 38/80 yang terletak di jalan Cikombong, Kelurahan Kamundu, Merauke.  Perjanjian kerja sama tertanggal 17 Mei 2021. 

‘’Jadi kedudukan PT Elora  itu sebagai developer sekaligus sebagai kontraktor untuk pembangunan perumahan bersubsidi. Awalnya kesepakatan untuk pembangunan 21 rumah, di mana 5 unit pertama selesai  dibangun dan telah dibayarkan,’’ katanya.

Namun untuk 16 unit berikutnya  ada kendala dan mulai ada permasalahan. Kliennya, kata Evi Ernawati  sudah melakukan pembangunan tapi  tidak dibayarkan.  Upaya sudah dilakukan. Tidak langsung  ke meja hijau tapi pendekatan secara kekeluargaan telah dilakukan. Bahkan dirinya sebagai kuasa hukum sudah melakukan somasi untuk diminta pembayaran agar tidak lanjut ke jalur hukum.

Tapi tidak ada penyelesaian, sehingga  pihaknya mengajukan gugatan perdata ke pengadilan untuk  dibayarkan. ‘’Jadi gugatannya berupa wanprestasi. Jadi ada prestasi yang tidak dibayarkan. Nilai pokok  yang harus dibayar lebih dari Rp 1 miliar. Tepatnya saya lupa tapi lebih dari  Rp 1 miliar.  Kami sudah memberikan  somasi atau teguran, tapi tidak digubris,’’ terangnya. 

Ditanya alasan PT Elora Papua Abadi  belum membayar,  Evi Ernawati  menjelaskan bahwa dari pihak perusahaan belum menyebutkan secara jelas, namun di tengah perjalanan, PT Elora Papua Abadi  memutuskan kontrak.

‘’Sebenarnya  kalau mau putus kontrak, tidak apa-apa. Tapi dengan adanya kesepakatan yang belum dibayarkan maka itu yang kami meminta dibayarkan. Memang kami  sudah tidak ada hubungan kerja setelah diputus sepihak, tapi kami minta apa yang sudah kami kerjakan untuk dibayarkan,’’tandasnya. (ulo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KRIMINAL

Recent Posts

Pangkogabwilhan Diminta Evaluasi Sistem Operasi di Papua

Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…

20 hours ago

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

21 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

1 day ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

1 day ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

1 day ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

1 day ago