

MERAUKE- Kepolisian Resor Merauke memastikan Bripda Yehezkiel Imbiri (22) yang ditemukan tewas di saluran got depan Kantor KPPN Merauke, Jalan Taman Makam Pahlawan Merauke, Rabu (9/2) pagi, karena kecelakaan tunggal.
Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum menjelaskan, pada pagi itu ditemukan 2 orang dan dilarikan ke rumah sakit. Namun satu orang yang kemudian diketahui seorang bintara Polri yang baru selesai dilantik meninggal dunia. Sedangkan satu orang lainnya masih menjalani perawatan di RSUD Merauke.
‘’Kita lihat ini Kecelakaan Tunggal (Laka Tunggal). Dari garis tengah sampai situ terserat dalam keadaan oleng. Kemudian kendaraan dan korban terbentur ke trotoar yang menyebabkan sebelah kiri luka dan pelipis korban. Tercium dari korban bau darah dan minuman. Begitu juga yang ada di rumah sakit, belum bisa kita mintai keterangan karena masih di bawah pengaruh minuman,’’ kata Kapolres.
Kapolres menjelaskan, semula ada informasi dari keluarga korban dimana kecelakaan itu ada hubungannya dengan minuman. ‘’Sudah dilarang tapi bagaimana caranya sehingga jatuh di jalan. Berarti minumnya sudah berlebihan. Lalu, kemudian laka tunggal itu terjadi,’’ katanya.
Kapolres menegaskan, semula pihaknya ingin otopsi jenazah. Meski sudah mencium jenazah bau minuman, namun dirinya belum puas. Pihaknya betul-betul ingin teliti bahwa minuman apa saja yang sudah diminum. Lalu dengan siapa dia mminum dan seterusnya. ‘’Tapi keluarga korban melarang karena tidak tega. Lalu beliau sudah menyatakan sikap demikian dan pernyataan itu sudah dibuat dan ditandatangani. Suratnya ada di SPKT,’’ tandas Kapolres.
Sehubungan dengan itu, lanut Kapolres, pihaknya langsung mengumpulkan seluruh bintara Polri yang baru lulus dan ditempatkan sebanyak 46 di Polres Merauke. Begitu juga yang ada di Brimob Merauke.
‘’Kita setiap pagi juga akan lakukan di sini. Lapor dan apel, kemudian kita periksa. Satu minggu ini kita akan periksa baik urin, rambut atau kuku. Yang minum atau narkoba kita akan periksa. Kita tidak mau kecelongan dengan adik-adik kita yang minum yang berakibat fatal. Mereka dididik sangat mahal, biaya yang tidak sedikit,’’tandasnya.
Secara terpisah, Kasat Lantas AKP Dian Novita Pitersz, SIK, menjelaskan bahwa untuk sementara kasus tersebut karena laka tunggal. ‘’Tapi kita masih pengembangan. Kita masih mengumpulkan saksi. Lalu saksi yang bersama dengan korban terakhir itu belum bisa dimintai keterangan karena masih berada di rumah sakit. Namun untuk sementara diyakini laka tunggal berdasarkan bukti-bukti yang ada,’’ tandasnya. (ulo/tho)
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong percepatan pelaksanaan sensus orang asli Papua (OAP)…
Vonis yang dijatuhkan Hakim Tunggal Bakti Maulana tersebut lebih berat dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut…
Kasus pembunuhan terhadap pendulang emas di tanah Papua kembali terjadi dan dinilai sebagai peristiwa berulang…
Kementrian dalam negeri menugaskan pemprov Papua Pegunungan dan Pemkab Jayawijaya untuk segera untuk menyiapkan langkah…
Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota memusnahkan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, rencana persiapan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam rangka panen…