

Pelaku pembunuhan pacar (tengah) saat ditangkap aparat kepolisiandi Maam, Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke-Papua Selatan, Selasa (8/8). (FOTO:Ist/Cepos)
Motifnya Belum Diketahui, Jasad Korban Ditemukan Membusuk
MERAUKE– Entah apa masalahnya, seorang karyawan perusahaan di Merauke berinisial SK (18) nekat membunuh pacarnya sendiri bernama Letmila Kasimam. Kasus pembunuhan ini dilakukan pelaku di Blok Devisi 4 PT Donging Prahbawa, Kampung Maam, Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke, Papua Selatan Selasa (1/8) sekitar pukul 12.30 WIT. Saat ditemukan, jasad korban sudah membusuk. Belum diketahui secara pasti motif pembunuhan yang dilakukan SK terhadap korban tersebut.
Kapolres Merauke AKBP Sandi Sultan, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Haris Baltasar Nasution, STK, SIK, didampingi Kaur Bin Ops Reskrim Ipda Eko Irianto, SE, membenarkan pembunuhan yang dilakukan SK terhadap pacarnya tersebut.
‘’Pelaku sudah berhasil kita tangkap Selasa (8/8) sekitar pukul 11.00 WIT di Maam dan telah dibawa ke Merauke. Tadi malam, yang bersangkutan tiba dan akan menjalani pemeriksaan mulai siang ini atau besok,’’ katanya.
Kasat Reskrim mengaku, belum mengetahui motif pembunuhan yang dilakukan SK terhadap pacarnya tersebut. ‘’Nanti setelah diperiksa baru kita bisa tahu apa motif pembunuhan itu,’’ terangnya.
Dikatakan, kasus pembunuhan itu terjadi berawal dari cekcok antara korban dengan pelaku di rumah kontraktor GM PT Donging Prahbawa. Diduga cekcok itu terjadi karena pelaku tidak mau bertanggungjawab. Pelaku merupakan karyawan di perusahaan kelapa sawit tersebut.
Karena cekcok, korban kemudian keluar dari dalam rumah dan menuju jembatan blok 11 kebun sawit. Lalu, pelaku memukul korban 3 kali di bagian hidung dan wajah. Akibat pemukulan itu membuat korban terjatuh. Melihat korban terjatuh, pelaku kemudian menyeret korban ke semak-semak.
Sampai di semak-semak, pelaku kembali memukul korban 1 kali dengan menggunakan kayu, kemudian tangan 1 kali di bangian belakang kepala korban. Setelah itu, pelaku melarikan diri ke Devisi 14 PT Donging Prahbawa. (ulo/tho)
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…