‘’Saya tidak akan diam. Jadi, pak Kadis harus mengerti. Kami tidak terima kalau dilakukan dengan cara-cara seperti itu tanpa kompromi,’’ terangnya.
‘’Kami tidak akan menolak program pusat. Tapi mari hargai kami sebagai kepemilikan wilayah adat di sana. Mari kita duduk bersama. Kita harus berikan pemahaman yang riil, konkrit kepada masyarakat. Benefitnya apa dan daerah persebarannya kemana saja. Mayarakat ini harus mengerti. Jangan tiba-tiba program turun, sehingga masyarakat bigung dan terjadi penolakan. Begitu terjadi penolakan yang buat program mundur sehingga yang tadah di depan BP3OKP, MRP, DPR. Ini keliru dan tidak boleh terjadi,’’ terangnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Keberagaman ini menurutnya harus dipelihara sebagai modal dasar untuk membangun tatanan sosial yang adil…
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan kasus tersebut bermula ketika korban…
Kejaksaan Negeri (Kejari) Merauke masih terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi dalam program revitalisasi Universitas…
“Sebentar lagi selesai.” Kalimat ini mungkin sering muncul saat sedang mengerjakan tugas atau mengejar deadline.…
Usai melalui beberapa tahapan test yang dilakukan dari oleh pansel dan BKN, akhirnya Gubernur Papua…
Selama ratusan bahkan ribuan tahun, bumi dan laut telah menghidupi miliaran manusia. Lebih dari 17…