‘’Saya tidak akan diam. Jadi, pak Kadis harus mengerti. Kami tidak terima kalau dilakukan dengan cara-cara seperti itu tanpa kompromi,’’ terangnya.
‘’Kami tidak akan menolak program pusat. Tapi mari hargai kami sebagai kepemilikan wilayah adat di sana. Mari kita duduk bersama. Kita harus berikan pemahaman yang riil, konkrit kepada masyarakat. Benefitnya apa dan daerah persebarannya kemana saja. Mayarakat ini harus mengerti. Jangan tiba-tiba program turun, sehingga masyarakat bigung dan terjadi penolakan. Begitu terjadi penolakan yang buat program mundur sehingga yang tadah di depan BP3OKP, MRP, DPR. Ini keliru dan tidak boleh terjadi,’’ terangnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Polres Mimika membentuk tim khusus anti-begal guna menanggapi maraknya aksi pencurian dengan kekerasan yang meresahkan…
Ketua DPRK Jayawijaya Lucky Wuka, S.Pi, M.Si menegaskan sebagai kepala pemerintahan, saat ini pemkab Jayawijaya…
Pertemuan tersebut turut didampingi Plt. Sekda Waropen Bob Woriori, S.STP, M.Si, sejumlah pimpinan OPD, Kadistrik…
Tak hanya melihat dari dekat rumah-rumah yang rusak akibat ledakan di sepanjang pantai, tetapi Ia…
Komitmen Polres Jayapura dalam memberantas tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) terus ditunjukkan melalui langkah…
“Saya pikir delapan tahun kepemimpinan itu sesuatu yang luar biasa. Kepercayaan yang diberikan masyarakat dan…