Categories: MERAUKE

Hari ini, ASN Mulai Masuk Kerja dengan Protokol Kesehatan

Drs Daniel  Pauta  ( foto: Sulo/Cepos )

MERAUKE-Setelah  kurang lebih  dua bulan diwajibkan  bekerja  dari rumah,    maka seluruh Apartur Sipil  Negara  (ASN)   yang ada  di lingkungan Pemerintah  Kabupaten Merauke  diwajibkan masuk  kantor kerja     mulai  hari ini,  Senin (8/6)  dengan  ptotokol kesehatan, yakni menggunakan  masker,  jaga jarak, sering mencuci  tangan dan sebagainya. 

   “Ya, mulai  Senin depan (hari ini.red)  tanggal 8 Juni  2020, seluruh   ASN  yang ada di  lingkungan  Pemerintah Kabupaten Merauke    masuk kantor kerja tapi dengan protokoler kesehatan,’’ kata   Sekertaris  Daerah Kabupaten Merauke   Drs Daniel  Pauta, ketika   dihubungi  media ini lewat telpon selulernya, Sabtu   (6/6).  

   Karena wajib masuk, maka   absen   bagi  ASN  di setiap  OPD masing-masing diberlakukan. “Harus absen  karena itu  berhubungan dengan  masalah ULP,” jelasnya.      

   Namun  bagi  ASN yang  memiliki  riwayat  penyakit  menahun seperti  gula,   TBC dan penyakit lainnya, lanjut Sekda Pauta, masih diberi toleransi untuk bekerja dari  rumah. “Kalau ada penyakit bawaan   maka itu masih diberi  toleransi,’’ katanya.  

   Bagaimana dengan soal  umur?   Sekda  Daniel  Pauta menjelaskan bahwa  jika  tidak ada   penyakit  menahun  yang sementara  diidap, maka  tetap  harus masuk. “Contoh, saya ini    yang sudah   mau umur  60  tahun, tetap   saya masuk kerja,’’ terangnya.   

   Menurutnya,  jika semakin lama tidak masuk kantor  maka semakin banyak pekerjaan  yang akan  tertunda. “Kita tahun ini sekalipun diyakini  tidak ada  daerah yang kinerjanya bagus.  Tapi   kita berusaha  untuk   kerjakan apa yang bisa  kita kerjakan.  Sementara  yang membutuhkan pemikiran lebih lanjut  dan sebagainya  ya kita bisa   tunda sepanjang  tidak urgen  untuk kepentingan  masyarakat,’’  jelasnya. 

    Diakui  Sekda Pauta  bahwa   perjalanan dinas   keluar Merauke  tahun ini    untuk semua  SKPD hampir tidak ada lagi, karena  digunakan untuk   penanganan Covid-19. “Kalau ke kampung atau distrik, kemungkinan    masih ada dan silakan. Tapi kalau ke Jayapura  atau    Jakarta, urusan   apa ke sana kecuali kalau   memang  itu   panggilan  seperti  kemarin pak bupati  dipanggil harus ke Jayapura. Jadi itu jalan.   Tapi kalau  tidak ada, lebih baik kita tinggal di tempat,’’ pungkasnya. (ulo/tri)     

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Pemkab Keerom dan PLN Geser Jaringan Listrik demi Penataan Area Wisata

Pembangunan fisik Patung Yesus di Kampung Yowong, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom kini telah rampung…

44 minutes ago

Sinergikan Program Otsus Papua, Pemkab Jayawijaya Koordinasikan  Dengan BP3OKP

Plt Sekda Kabupaten Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP menyatakan Otsus Papua merupakan instrumen penting dalam…

2 hours ago

Belajar dari Kasus Keracunan MBG Depapre, Bupati Jayapura Ingatkan SPPG Utamakan Keamanan Makanan

Menurut Yunus, proses penyediaan makanan untuk program MBG tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Mulai dari…

3 hours ago

Musim Kemarau, Warga Diingatkan Waspadai Air Minum dan Risiko Diare

Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang berkaitan dengan infeksi…

4 hours ago

Guskamla Koarmada III Gelar Bhakti Sosial  di Bondifuar

Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada III melalui program Guskamla Peduli “Aku Cinta Laut” menggelar Bhakti…

5 hours ago

Meski Ada Pro dan Kontra Program Pembinaan Orang Mabuk Tetap Jalan

Rencana Pemerintah Kabupaten Jayapura menjalankan program pembinaan bagi warga yang terjerat kebiasaan mengonsumsi minuman keras…

6 hours ago