Sementara anak-anak yang diberikan beasiswa dari Provinsi Papua Selatan, lanjut Mathen Rummar, setiaop semester pihaknya meminta hasil studi.
‘’Setiap semester, kampus dimana anaka-anak ini kuliah mengirim nilai mereka kepada kami. Disitu kami akan lakukan evaluasi menyangkut IPK dan sebagainya,’’ jelasnya.
Nah, dari hasil semester itu lanjut Mathen Rummar pihaknya menemukan IPK dari anak-anak tersebut dibawah standar dibawah 2,0. Bahkan ada yang memiliki IPK 1,0. Padahal kata dia, pembiayaan sudah diberikan kepada para mahasiswa tersebut namun Sebagian dari mahasiswa itu tidak memanfaatkan kesempatan emas yang diperolehnya dengan mendapatkan beasiswa dari pemerintah tersebut.
Mirisnya lagi, tandas Marthen Rummar bahwa pada tahun 2024 lalu , hampir 20 mahasiswa penerima beasiswa itu terpaksa dikembalikan ke Merauke karena IPK tidak memenuhi standar.
‘’Jadi kami bawa pulang dan masukan di Musamus. Kami coba selamatkan untuk tetap bisa kuliah dan masukan di Musamus di Merauke,’’ katanya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya untuk terus mendukung dan menyukseskan berbagai program prioritas yang dicanangkan…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menargetkan 1.000 mahasiswa menerima bantuan pendidikan melalui program Mahasiswa Cerdas (Mace)…
Ketua Komisi IV DPR Papua, Joni Y. Betaubun, menegaskan bahwa selama lebih dari satu tahun…
Propam Polresta Jayapura Kota, Papua, dalam menyambut Hari Bhayangkara Ke-80 menggelar kegiatan penegakan ketertiban dan…
Kegiatan strategis ini dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua, serta para pemangku kepentingan…
Menurutnya, pengurus yang bergabung dalam organisasi olahraga harus memiliki tujuan yang sama, yakni membangun prestasi…