

Natalia Kalong (FOTO: Sulo/Cepos)
MERAUKE-Karena merasa dirugikan oleh Panitia Pemilihan (Panpil) Provinsi, dua calon anggota Majelis Rakyat Papua Selatan (MRPS) dari Boven Digoel yakni Natalia Kalong dari unsur perempuan dan Vincent dari unsur adat mendatangi Polres Merauke, Selasa (6/6), sekitar pukul 13.30 WIT, kemarin.
Kedatangan kedua calon anggota MRPS asal Boven Digoel tersebut untuk melapor ke Wakapolres Merauke Kompol Viky Pandu Widharmana, SH, SIK, MH sebagai Ketua Pengawas Panpil MRPS Provinsi Papua Selatan.
Kepada wartawan, Natalia Kalong mengungkapkan, pihaknya datang melaporkan Panpil Provinsi Papua Selatan tersebut karena telah menjadi korban dan telah dirugikan oleh Panpil Provinsi.
Pasalnya, kata dia, berdasarkan proses penetapan yang dilakukan oleh Panpil Kabupaten Boven Digoel, dirinya dari unsur perempuan dan Vincent dari unsur adat telah ditetapkan sebagai calon terpilih.
Namun setelah sampai di Panpil Provinsi Papua Selatan dan saat pleno yang berlangsung di Hotel Careinn pada 31 Mei 2023 lalu, dirinya bersama Vincet tersebut tidak ada. Justru orang lain yang namanya masuk.
‘’Kami sangat dirugikan, karena kami sudah ditetapkan di Panpil Kabupaten Boven Digoel tapi di Panpil provinsi, nama kami tidak ada,’’ terangnya. (ulo/tho)
Tindakan tidak terpuji terjadi di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Seorang pria berinisial AK (31)…
Enam bulan pertama Tahun 2026 menjadi periode yang sarat tantangan bagi Kepolisian Daerah (Polda) Papua.…
Dalam video berdurasi kurang dari dua menit itu, tampak kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup dan…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan mengatakan hingga saat ini proses hukum terhadap kasus tersebut…
Sebagian kebiasaan tersebut telah menjadi rutinitas sehari-hari sehingga sering dianggap aman. Padahal, jika dilakukan terus-menerus,…
Berdasarkan data yang diungkapkannya, total biaya pelatihan untuk satu orang calon manajer koperasi mencapai angka…