

SD Advent yang ada di Jalan Sarmi, Kudamati, Kelurahan Kamundu, Distrik Merauke, terpaksa diliburkan pihak sekolah pasca terjadinya pembacokan di depan Apotik Victoria Jalan Kudamati, Merauke. (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE – Karena merasa tidak aman, pasca terjadinya penikaman di depan Apotik Victoria, Jalan Kudamati Merauke, pada Minggu (2/11) sekira pukul 16.00, membuat pihak pengelola SD Advent yang berada di Jalan Sarmi, Kudamati, Kelurahan Kamundu, Distrik Merauke, meliburkan sekolah. Sampai Selasa (4/11), kemarin merupakan hari kedua, sekolah tersebut diliburkan.
‘’Hari ini, masuk hari kedua sekolah diliburkan ekses dari kasus penikaman yang terjadi di depan Apotik Victoria pada Minggu sore,’’ kata Rudi Runesi, penjaga sekolah SD Advent, saat ditemui media ini di SD Advent Merauke tersebut, Selasa (4/11).
Rudi menjelaskan, sejak kejadian itu, pihak sekolah meliburkan sekolah karena takut ada sesuatu yang terjadi saat proses belajar mengajar dilakukan di sekolah. Atau saat anak-anak tersebut sedang dalam perjalanan dan terjadi keributan antara dua kelompok warga, keluarga korban dan keluarga pelaku.
Page: 1 2
Penyidik Polres Merauke menetapkan MR (31), ayah kandung korban, sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap…
Ketua Koordinator Penghubung Komisi Yudisial RI Wilayah Papua, Dr. Methodius Kossay, S.H., M.Hum., CT., CMP,…
- Angka kemiskinan di Kota Jayapura mengalami peningkatan menjadi 12,03 persen pada 2025. Kondisi tersebut…
–DPR Papua meminta Pemerintah Provinsi Papua memastikan pengelolaan Dana Cadangan senilai Rp134,02 miliar dilakukan secara…
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Jayapura mengungkap dugaan penyalahgunaan izin tinggal yang dilakukan dua warga…
BEM menunjukkan dokumen rekam medis RSUD Abepura tanggal 15 Agustus 2026 dimana dalam dokumen pemeriksaan…