

Wakil Bupati Merauke, H. Riduwan, S.Sos, M.Pd saat menyalami tamunya satu persatu yang datang silaturahmi Idul Fitri di rumah jabatannya, Jalan Trikora Merauke, Kamis (5/5), kemarin. (FOTO: Sulo/Cepos )
MERAUKE – Wakil bupati Merauke H. Riduwan, S.Sos, M.Pd bersama istrinya Almoratus Solikah, S.HI, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Merauke menggelar open house selama sepekan yang dimulai sejak hari pertama Senin (2/5).
Ditemui di rumah jabatan, Wabup Riduwan menjelaskan, open house sepekan itu bukan baru pertama kali dilaksanakan. Bahkan, pernah dilakukan selama 9 hari saat Covid-19. Karena protokol kesehatan yang ketat sehingga yang diperkenankan masuk dalam rumah diatur sedemikian rupa sehingga membutuhkan waktu yang panjang 9 hari.
‘’Tapi dengan sekarang, alhamdullillah, kita sudah boleh melakukan hampir secara normal,’’ jelasnya. Wabup Riduwan menjelaskan bahwa alasan pihaknya menggelar sepekan tersebut karena Idul Fitri merupakan hari kebersamaan dengan masyarakat Merauke.
‘’Siapapun, kita tidak melihat dari latar belakangnya. Semua kita terima dan ikut kebersamaan dalam rangka silaturahmi di hari raya Idul Fitri tahun ini,’’ jelasnya.
Dikatakan, sebagai pimpinan daerah, dirinya ingin menyapa masyarakat lewat silaturahmi tersebut. ’’Kalau hanya 2 hari ya tidak cukup. Karena dari lokasi-lokasi (eks transmigrasi) pada telpon mau datang. Ini sudah hari keempat.
Masyarakat memang begitu rindu untuk melakukan silaturahmi dengan pimpinannya dan itu wajar. Apalagi ibu (Almoratus Solikah) sebagai pimpinan partai dan pimpinan DPR juga punya massal tersendiri.
Apalagi, saya yang sebagai Ketua NU juga punya massa dari organisasi NU dan golongan ingin silaturahmi. Kalau kita batasi tentu itu tidak bisa karena mereka juga masyarakat kita dan saudara-saudara kita dari Gudang Arang, Kelapa Lima dan sebagainya. Kita terbuka dengan siapa saja,’’ terangnya.
Apalagi, lanjut Wabup Riduwan, pada hari raya Idul Fitri tahun ini liburnya lebih panjang. ‘’Ini juga dalam rangka merawat kebinekaan kita. Kita bisa jaya karena kebinekaan itu, sehingga motto kebangga kita izakod bekai isakod kai satu hati satu tujuan dapat kita terus pelihara dan kita bisa bangkit bersama membangun Merauke ini,’’ jelasnya.
Ditambahkan, hari raya Idul Fitri harus menjadi momen silaturahmi dalam merajut kebinekaan menjadi satu kekuatan menuju Merauke bangkit. (ulo/tho)
Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP, M.KP meyatakan setelah mengikuti perkembangan pasca konflik yang terjadi…
Perda ini mewajibkan seluruh bangunan dan fasilitas publik di wilayah Kota Jayapura untuk memasang…
Saat melakukan pemantauan di kawasan Pasar Los Entrop, petugas mencurigai sebuah tempat usaha rental…
Ketua Satgas Asosiasi Peternak Ayam Petelur se-Tanah Tabi, Gatot Sugiantoro, mengatakan saat ini terdapat…
Abisai menegaskan bahwa Pemuda Katolik merupakan salah satu pilar penting bagi gereja dan bangsa,…
Berdasarkan informasi yang terima dari penyidik Polda Papua terkait dengan praperadilan yang diajukan dari pihak…