‘’Untuk kepala kampung Imbuti ini memang ada persoalan yang harus selesaikan secara internal dulu. Karena di sana ada satu pihak yang menuntut bahwa harus ada asli Imbuti dan sebagainya. Agar semua bisa speakat sama-sama, sebaiknya kedua belah pihak ini saya kumpul . lalu saya cek administrasinya. Kalau administrasinya baik, maka kita akan segera lantik,’’ tandas bupati Romanus.
Dikatakan bupati bahwa kediua belah pihak harus diberi pengertian terlebih dahulu. Karena saat dirinya memekarkan Imbuti menjadi kampung, salah stau kampung di tengah kota, seperti di Jogjakarta dimana dirinya mengambil model dari sana saat periode pertama, agar ada otonom bagi orang asli Imbuti di tengah Kota.
‘’Karena kota ini berada di wilayah adat mereka. Itu tujuan saya memekartkan Imbuti menjadi kampung sendiri. Jadi modelinya sama di Jogjakarta dan Bali,’’ terangnya.. (ulo)
Page: 1 2
Menurut Dr. Methodius Kossay, data OAP yang akurat dan valid memang sangat krusial dalam menentukan…
Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Jayapura Anitha Hening Yocku dalam keterangannya di Jayapura, Kamis,…
"Generasi muda Papua adalah aset penting bangsa. Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk membimbing,…
Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P Helan, memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama perayaan…
Menjelang perayaan Hari Raya Trisuci Waisak, umat Buddha di Kota Jayapura mulai sibuk bersiap. Vihara…
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua mendistribusikan bantuan logistik ke Kabupaten Mamberamo Raya mengantisipasi…