

SMK Negeri 2 Merauke di jalan Kamizaun Merauke (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE– Kendati sejumlah sekolah di Merauke tidak menerima seluruh siswa yang mendaftar dengan alasan keterbatasan ruangan kelas, namun berbeda dengan yang dialami oleh SMKN 2 Merauke. Sekolah kejuruan dengan 5 program kejuruan itu di tahun ajaran 2024/2025 itu baru menerima pendaftaran 15 siswa baru.
“Sampai hari ini, sudah tercatat 15 siswa baru yang mendaftar,” kata Kepsek SMKN 2 Merauke Rose Marie Helly saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/7). Jumlah ini sebenarnya sudah bertambah dari sebelumnya yang hanya 8 siswa baru yang mendaftar.
‘’Kami masih tetap bukan pendaftaran sampai sekarang. Karena efektif belajar itu setelah tujuh belas Agustus,’’ kata Rose Marie Helly.
Dikatakan jika tahun ajaran 2025/2026 mendatang, siswa yang mendaftar tidak bertambah maka sekolah terancam tutup. Pasalnya, jumlah siswa yang ada di sekolah tersebut saat ini tinggal 80an orang. Sementara, suatu sekolah layak beroperasi jika jumlah siswanya diatas 60 orang. Apalagi, siswa yang banyak saat ini adalah siswa kelas XII. “Iya, terancam tutup kalau siswanya dibawah 60 orang. Tapi. Sekarang masih 80-an orang,” katanya.
Rose Marie Helly menjelaskan, 5 jurusan yang ada di SMKN II saat ini adalah akomodasi perhotelan, usaha perjalanan wisata, tata boga, tata busana dan teknik komputer dan jaringan. Jika hanya 15 siswa yang mendaftar dan dirata-ratakan, maka setiap jurusan hanya 3 orang dalam kelas. Sementara jumlah guru sebanyak 40 orang dengan ASN 35 orang. Sedangkan yang sudah sertifikasi lebih dari 20 orang. Untuk memenuhi tuntutan 24 jam mengajar dalam seminggu, kata Rose Marie Helly, para guru mencari jam pelajaran di sekolah lain.
‘’Kita juga sudah berupaya melakukan promosi ke anak-anak terkait dengan keberadaan sekolah kita ini dengan program jurusan yang ada. Tapi, jumlah siswa yang berminat masuk ke sekolah ini tidak sebanyak SMKN 2 atau SMKN 3 Merauke,’’ pungkasnya. (ulo/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Cuaca ekstrem yang melanda dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu bencana tanah longsor susulan…
Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, menjelaskan dalam peristiwa tersebut, dua…
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan Depapre akan dijadikan pusat pengembangan sektor perikanan di Provinsi…
"Karena dulu Papua belum dimekarkan menjadi enam provinsi sehingga demo-demo masih terpusat di Kota Jayapura.…
Secara umum kata Finnyalia pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga…
Di Papua, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei tidak hanya menjadi…