

Bupati Keerom Piter Gusbager, S.Hut., MUP. ( FOTO: Erik / Cepos)
KEEROM – Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut., MUP., mengusulkan ke pemerintah pusat untuk mendirikan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Hal itu guna mewujudkan wilayahnya menjadi halaman depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini (PNG).
“Kita juga berbicara bagaimana Kabupaten Keerom dapat memposisikan diri sebagai halaman negara, tidak hanya untuk kepentingan Keerom, tapi juga untuk kepentingan Indonesia dan kepentingan secara umum,” kata Piter saat memaparkan program di acara Indonesia Visionary Leader (IVL) XI di Gedung Sindo, Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis (23/6).
Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu menambahkan, jika Kabupaten Keerom berbatasan langsung dengan negara tetangga PNG. Sebab itu, PLBN dinilai sangat penting.
“Sehingga Keerom benar-benar halaman depan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dari panjang batas darat negara ini kita memiliki 5 cek poin dan satu cek poin yaitu distrik Waris sedang kami usulkan sebagai PLBN dalam usulan kami ke Pemerintah Pusat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Gusbager mengatakan, nantinya akan ada 4 PLBN di batas darat negara dengan PNG.
“Sehingga di garis tengah setelah ada PLBN Skouw akan ada PLBN Waris dan usulan dari pemerintah pegunungan bintang PLBN di Oksibil. Jadi akan ada beberapa sampai dengan Sota di Kabupaten Merauke. Kalau PLBN ini sukses maka akan seluruh batas darat negara ini akan memiliki 4 PLBN,” pungkasnya. (eri/tho)
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…