

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Keerom, Stenly Moningka saat dikonfirmasi Ceposonline.com, Sabtu (16/9/2023).(Ceposonline.com/Mustakim Ali)
KEEROM – Cukup membanggakan, 10 orang pelajar asal Kabupaten Keerom siap berkompetisi di tingkat nasional mewakili Provinsi Papua.
Kontinggen secara resmi dilepas Pemerintah Kabupaten Keerom yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati, Wahfir Kosasih bersama Kadis Pendidikan beserta jajaran di kantor Bupati Keerom, Kamis (14/9/2023).
“Berhasil di tingkat provinsi, 10 orang pelajar tingkat SD dan SMP kita akan mengikuti O2SN dan SGI di tingkat nasional mewakili Provinsi Papua,” ungkap Kadis Pendidikan Keerom, Stenly Moningka saat ditemui di ruangan kerjanya, Jumat (15/9/2023).
Tentu ini suatu kebanggaan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Keerom dalam hal ini Dinas Pendidikan, lebih khusus lagi para guru yang sudah membimbing anak-anak ini menjadi bibit prestasi masa depan Keerom.
“Anak-anak prestasi seperti ini karena ada bapak ibu guru yang hebat dalam membimbing mereka di sekolah-sekolah,” jelasnya.
Kadinas Pendidikan berharap 10 orang pelajar ini harus berjuang dan tunjukkan kepada daerah lain bahwa Keerom juga punya generasi yang cerdas dan berprestasi.
“Meskipun kita di wilayah perbatasan, tetapi kualitas generasi kita tidak kalah saing dengan daerah lain di luar sana. Jadi anak-anak ini bersaing dan berjuang mewakili harkat dan martabat kita di Kabupaten keerom,” bebernya.
Berikut daftar Atlet Perwakilan Propinsi Papua Ke Tingkat Nasional Cabang O2sn Dan Gsi Dari Kabupaten Keerom:
Dewa Rian Thegaza Borotian, Yohanes Kadiwaru, Yosep Ratu Brayen Tethool dan Mario Ernesto Samonsabra dari cabor Gala siswa, Gabriel Febrianus Ramen Baba dan Margaretha Elisabeth Rebu dari cabor Kids Atletik, Bilal Putra Alviansyah cabor Senam, Mario Ernesto Samonsabra dan Flora Martina Rumere cabor Atletik, dan Khoirunisa Mutiara cabor Silat.(*)
Enam langkah itu meliputi pelaksanaan operasi pasar murah secara berkala untuk menjaga keterjangkauan harga, inspeksi…
Pertemuan berlangsung penuh harapan dan suasana emosional, karena para tenaga K2 asli Port Numbay merasa…
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan penolakan tegas terhadap draft Rancangan Undang-Undang Hak…
Terobosan baru yang dihadirkan Pemerintah Kota Jayapura melalui Disdukcapil bekerja sama dengan Pengadilan Negeri (PN)…
Menurut Abisai Rollo, keberadaan para Ondoafi memiliki posisi yang sangat penting karena mereka merupakan pemilik…
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya dilihat dari besarnya proyek nasional maupun investasi yang masuk,…