

Proses menyitaan minuman keras di Kampung Banda, Distrik Waris, Kamis (12/2). (foto:Humas Polres Keerom)
KEEROM – Polsek Waris merespons cepat pengaduan masyarakat terkait dugaan penjualan minuman keras (miras) di Kampung Banda, Distrik Waris, Kamis (12/2).
Kapolsek Waris, IPTU Kamaluddin, bersama personel Polsek Waris dan Pospol Banda langsung bergerak menuju Kampung Banda dan berkoordinasi dengan Pos Kopassus setempat.
Selanjutnya, personel gabungan melakukan koordinasi dengan Kepala Kampung Banda serta aparat kampung guna memastikan lokasi rumah yang diduga menjadi tempat penjualan miras.
Selanjutnya, personel gabungan bersama aparat kampung dan warga mendatangi rumah salah satu warga yang diduga menjual minuman keras. Dari hasil pengecekan di lokasi, ditemukan minuman keras bermerk Anggur Api sebanyak 1 karton atau 12 botol.
Atas kesepakatan bersama antara Kapolsek, aparat kampung dan masyarakat setempat, minuman keras tersebut langsung dimusnahkan di tempat. Sementara itu, warga yang diduga menjual miras diberikan teguran keras serta pembinaan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
Kapolres Keerom AKBP Astoto Budi Rahmantyo, melalui Kapolsek Waris IPTU Kamaluddin, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kampung Banda yang telah berani melaporkan adanya peredaran miras di wilayahnya.
Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Page: 1 2
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…