“Sebagai kepala daerah saya memohon maaf, kita akan membangun apa yang belum dibangun dan memperbaiki apa yang harus diperbaiki segera,” ucapnya.
Alumnus The University of Melbourne Australia itu mengakui selama ini pemerintah Distrik, Pemerintah Kampung dan Dinas terkait tidak perna melaporkan kondisi Kampung Wonam. Ia justru mendapati sendiri banyak persoalan yang dihadapi masyarakat ketika turun langsung ke Kampung Onam.
Sebagai informasi, mata pencaharian masyarakat Onam dengan berkebun, berburu dan menangkap ikan di kali Sofker. Makanan sehari-harinya ialah Sagu, Singkong, pisang, petatas, Jagung, Ikan dan daging hasil buruan. Kampung Onam didiami oleh suku Yetfa dan Yelago. (eri/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Keberagaman ini menurutnya harus dipelihara sebagai modal dasar untuk membangun tatanan sosial yang adil…
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan kasus tersebut bermula ketika korban…
Kejaksaan Negeri (Kejari) Merauke masih terus mendalami dugaan tindak pidana korupsi dalam program revitalisasi Universitas…
“Sebentar lagi selesai.” Kalimat ini mungkin sering muncul saat sedang mengerjakan tugas atau mengejar deadline.…
Usai melalui beberapa tahapan test yang dilakukan dari oleh pansel dan BKN, akhirnya Gubernur Papua…
Selama ratusan bahkan ribuan tahun, bumi dan laut telah menghidupi miliaran manusia. Lebih dari 17…