Dirinya membeberkan bahwa sejauh ini ada 3 kampung yang disinyalir sebagai tempat penyebaran virus ASF tersebut. Dimana 32 ternak babi mati mendadak. Yakni Kampung Bate, Kwimi dan Yuwanain Distrik Arso.“Kami konsen di 3 lokasi ini agar tidak menyebar ke wilayah lainnya,” katanya.
Meski ASF tak menular kepada manusia, tapi Asmuruf tetap menyarankan agar babi yang mati mendadak tidak boleh dikonsumsi.
“Penyakit ACF ini hanya menyerang ternak babi saja dan tidak berbahaya bagi manusia, namun kami berharap untuk tidak dikonsumsi. Kalo ada yang mati bagusnya dikubur saja,” ucapnya.
Dia membeberkan bahwa gejala babi yang terserang virus ASF yakni demam tinggi, susah makan dan susah berdiri. (eri).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Penangguhan ini memicu kekhawatiran atas keberlangsungan distribusi nutrisi bagi masyarakat di wilayah tersebut. Krisis operasional…
Bisakah Persipura menjawab dahaga publik yang sudah empat tahun menunggu agar bisa tampil di kancah…
Meski sebagai tim tamu, Ade merasa anak asuhnya tak gentar sama sekali. Ia mengaku pemainnya…
Perjalanan karier Asker Nazhafaliev di sepak bola profesional terbilang relatif singkat dan tidak diwarnai nilai…
Ketua panitia penyelenggara pertandingan Persipura Jayapura, Alberto Itaar, mengatakan bahwa pertandingan play-off promosi Persipura versus…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua memfasilitasi nonton bareng (nobar) pertandingan Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC pada…