Dirinya membeberkan bahwa sejauh ini ada 3 kampung yang disinyalir sebagai tempat penyebaran virus ASF tersebut. Dimana 32 ternak babi mati mendadak. Yakni Kampung Bate, Kwimi dan Yuwanain Distrik Arso.“Kami konsen di 3 lokasi ini agar tidak menyebar ke wilayah lainnya,” katanya.
Meski ASF tak menular kepada manusia, tapi Asmuruf tetap menyarankan agar babi yang mati mendadak tidak boleh dikonsumsi.
“Penyakit ACF ini hanya menyerang ternak babi saja dan tidak berbahaya bagi manusia, namun kami berharap untuk tidak dikonsumsi. Kalo ada yang mati bagusnya dikubur saja,” ucapnya.
Dia membeberkan bahwa gejala babi yang terserang virus ASF yakni demam tinggi, susah makan dan susah berdiri. (eri).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Berdasarkan hasil penyelidikan awal otoritas kepolisian, pelaku melancarkan aksinya dengan skema yang terstruktur. Mereka menjanjikan…
Sebanyak 141 warga negara Indonesia (WNI) tercatat sedang menjalani proses hukum dan hukuman di Papua…
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB…
Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus…
Keputusan tersebut tidak datang begitu saja. Taufik diketahui sempat meminta saran kepada mantan atasannya, Dadang…
Laporan itu menjadi salah satu tuduhan paling serius yang pernah dilontarkan terhadap Israel sejak perang…