

Tampak proses evakuasi korban terakhir di kampung Wembi, Distrik Mannem, pada Selasa (1/7) malam lalu. (Foto: Humas Polres Keerom)
KEEROM – Korban ketiga atau korban terakhir DW (30) akhirnya berhasil ditemukan pada Jumat (4/7). DW ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
DW merupakan satu dari tiga korban bencana tanah longsor yang terjadi di ruas jalan Trans Papua tepatnya di kampung Wembi, Distrik Mannem, pada Selasa (1/7) malam lalu.
Ketiganya, YN (30), DW (30) dan BM (41) menjadi korban longsor susulan saat tengah berupaya membersihkan puing longsoran sebelumnya.
YN merupakan operator alat berat yang sedang membersihkan puing longsoran. Sementara MB merupakan Ondoafi Kampung Wembi. Kemudian DW merupakan pengendara yang berada di lokasi longsor.
Peristiwa naas terjadi saat korban YN, BM dan DW sedang melakukan pembersihan, longsor susulan yang lebih besar tiba-tiba menerjang lokasi. Ketiga korban tidak sempat menyelamatkan diri dan langsung tertimbun material tanah.
YN yang merupakan warga Kampung Wulukubun ditemukan meninggal dengan tertimbun bersama alat beratnya pada Selasa (1/7) malam. Kemudian BM ditemukan pada esok harinya, Rabu (2/7). DW pun baru ditemukan setelah tiga hari pencarian atau Jumat (4/7).
Proses pencarian melibatkan langsung personel gabungan TNI/Polri, BBPJP Provinsi Papua, Basarnas Kabupaten Jayapura dan masyarakat.
Page: 1 2
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua menilai tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah…
–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah…
Menurut Yunus, praktik penagihan uang kepada setiap pengunjung yang melintas di kawasan tersebut tidak dapat…
Festival yang berlangsung di halaman Kantor DPR Papua dan Kampus Universitas Cenderawasih itu bukan…
Program jemput bola yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura terus menunjukkan…
Menurutnya, mata rantai penyalahgunaan Solar subsidi harus segera diputus karena dampaknya sudah sangat merugikan…